TEGAL — Aksi sekelompok individu melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pengendara motor yang melewati trotoar dari Pejompongan menuju Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, menjadi viral di media sosial.
Video kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @lutfiagizal. "Jasa melanggar TOL TROTOAR 2.000/motor. 27 Maret 2024 sudah pernah saya viralkan dan ditutup. Hari ini terjadi lagi!" tulisnya.
Pengunggah berpendapat bahwa trotoar yang seharusnya digunakan oleh pejalan kaki justru dimanfaatkan untuk meraih keuntungan pribadi. "Trotoar dibuat untuk pejalan, bukan untuk toll pendek yang dikomersialkan oleh oknum menjadi jasa melanggar," ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta untuk segera menertibkan praktik pungli tersebut. "Yuk lah ditertibkan lagi, Pak Dishub/Pol PP DKI Jakarta. Masa begini terus," katanya.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang yang diduga pelaku pungli. Keempat orang tersebut diketahui berasal dari Petamburan, Jakarta Barat.
"Empat orang warga Petamburan yang melakukan pungli trotoar telah ditangkap," kata Satriadi saat dikonfirmasi oleh wartawan, mengutip laman LIDIK ID.
Ia menambahkan bahwa para pelaku akan diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) untuk pembinaan. "Sekarang menunggu Sudin Sosial untuk dibawa ke Panti Kedoya," ujarnya.