TEGAL — Baru-baru ini Jerome Polin memberitahu masyarakat melalui sosial medianya, bahwa ia mendapatkan sebuah tawaran dari pihak yang tidak diketahui untuk menjadi buzzer pemerintah.
Viralnya tawaran menjadi buzzer yang diterima oleh Jerome Polin tentu menjadi sorotan publik dan perbincangan hangat warganet.
Pasalnya tawaran yang diterima oleh Jerome Polin ini bertujuan untuk membuat citra pemerintah menjadi baik di mata masyarakat.
Nah berikut ini akan kami ulas secara lengkap tentang tawaran menjadi buzzer yang diterima oleh Jerome Polin, yuk simak terus ulasannya dibawah ini.
Membongkar Tawaran Konten Berbayar
Jerome Polin mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi tawaran kerja sama pada hari jumat tanggal 28 agustus 2025, didalam percakapan ini terdapat agensi yang menawarkan membuat konten dengan narasi "ajakan damai Indonesia". Yang membuat heboh, tawaran tersebut datang dengan nilai fantastis: Rp150 juta untuk satu kali unggahan di media sosial.
Tawaran menjadi buzzer yang diterima oleh Jerome Polin ini datang di tengah ramainya aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai kota. Konten yang diminta memiliki narasi ajakan damai dan bertujuan untuk meredam kritik masyarakat terhadap pemerintah, DPR, dan kepolisian. Namun, alih-alih menerima tawaran tersebut, selebgram yangg satu ini memilih untuk mengungkapnya ke publik.
Respons Berani yang Banjir Pujian
Keputusan Jerome untuk membagikan tawaran ini langsung mendapatkan respons positif dari warganet, unggahannya viral dan menuai beragam komentar pujian.
Banyak yang mengapresiasi keberaniannya untuk menolak tawaran menggiurkan tersebut dan memilih untuk tetap berada di jalur yang ia yakini benar. Jerome menegaskan pesan, "Jangan sampai lengah, jangan terpecah belah," yang disambut baik oleh para pengikutnya.
Jerome Polin, yang dikenal sebagai sosok berprestasi di bidang akademik dan konten kreator edukasi, kini dipandang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki integritas yang tinggi. Aksi ini seolah menjadi pesan kuat bahwa suara publik tidak bisa dibeli dengan uang, seberapapun besarnya.
Perjalanan Jerome dan Berbagai Kontroversi Sebelumnya
Meskipun dikenal sebagai sosok inspiratif, perjalanan ia di dunia maya tidak lepas dari berbagai kontroversi. Beberapa waktu lalu, namanya sempat viral karena dianggap sebagai "kutukan" bagi tim olahraga yang ia dukung, termasuk Timnas Indonesia U-23. Ia bahkan sempat meminta maaf secara humoris kepada publik atas "kutukan" tersebut.
Selain itu, ia juga pernah menuai kritik terkait konten TikTok-nya yang dianggap tidak peka terhadap profesi tenaga kesehatan. ia juga pernah dituding berperilaku jutek di luar kamera oleh beberapa penggemar. Namun, melalui berbagai klarifikasi dan permintaan maaf, Jerome selalu berusaha memperbaiki diri.
Kejadian viral terbaru ini justru menunjukkan sisi lain yang jauh dari kontroversi-kontroversi sebelumnya. Ia memilih untuk berdiri teguh pada prinsipnya, membongkar praktik yang dianggapnya tidak etis, dan kembali menginspirasi banyak orang dengan cara yang lebih bermakna.
Dengan segala prestasinya, mulai dari lulus dari Waseda University, masuk dalam Forbes 30 Under 30 Asia, hingga menjadi seorang penulis, Jerome Polin membuktikan dirinya lebih dari sekadar "artis viral". Ia adalah seorang figur publik yang kini berani menyuarakan kebenaran, bahkan di tengah tekanan besar.