Viral cerita seorang dokter yang menangani pasien berusia 21 tahun dengan keluhan demam, batuk, mual, dan muntah. Pasien tersebut juga merasakan sakit perut dan kehilangan nafsu makan selama seminggu terakhir.
Dalam akun TikTok pribadinya, dokter asal Bandung, dr Mariska Haris, menyatakan bahwa pasien tersebut mengaku rutin mengonsumsi seblak setiap hari, bahkan bisa dua kali dalam sehari.
Pasien juga mengaku hanya mengonsumsi makanan pokok seperti nasi sekali sehari. Jika tidak berselera, dia sama sekali tidak makan nasi. dr Mariska menjelaskan bahwa pasien didiagnosis mengalami gastritis erosif atau peradangan pada lambung.
"Alhamdulillah setelah diobservasi selama 14 jam, pasien sudah sehat, bisa makan, dan sudah pulang," ucap dr Mariska mengutip detikcom, Jumat (5/9/2025).
Apakah Makan Seblak Berlebihan Berbahaya?
Risiko dari mengonsumsi seblak biasanya berasal dari bahan olahan beku, termasuk kerupuknya. Oleh karena itu, dr Mariska menyarankan untuk mengganti topping seblak dengan bahan yang lebih segar, seperti seafood atau sayuran. Sambal yang digunakan dalam seblak juga perlu dibatasi.
Makan seblak pada dasarnya tidak dilarang, tetapi sebaiknya tidak berlebihan. dr Mariska juga menekankan pentingnya konsumsi nutrisi yang lengkap dan seimbang.
"Paling seblak boleh lah satu minggu sekali atau dua kali saja, dan tentu saja makan nasi tetap yang utama," jelasnya.
Sementara itu, menurut ahli gizi dr Tan Shot Yen, bahan utama seblak, yaitu kerupuk, tidak hanya tidak bernutrisi, tetapi juga mengandung garam yang tinggi.
"Masalah seblak ini terletak pada bahan utamanya, kerupuk. Kerupuk tidak hanya terbuat dari tepung yang miskin gizi, tetapi juga tinggi garam," tambahnya.
Akibatnya, masyarakat Indonesia kini banyak terjebak dalam jajanan-jajanan yang tidak sehat, termasuk gorengan.
Sejalan dengan hal tersebut, spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD, menyatakan bahwa seblak umumnya tidak sehat karena mengandung kalori, lemak, dan garam yang tinggi.
Bumbu yang terlalu pedas dan berminyak dari seblak dapat mengiritasi lambung dan memicu sakit maag.