Publik digegerkan dengan berita yang sedang viral mengenai dealer motor kebanjiran, lokasi tersebut diketahui berada di medan.
Hal ini tentu menjadi sorotan publik, karena efek dari dealer motor kebanjiran ini sangat besar.
Saat dealer motor kebanjiran tentu akan membuat puluhan sepeda motor rusakn mesin, salahsatunya Yamaha NMAX.
Kejadian dealer motor kebanjiran ini membuat banyak ratusan sepeda motor dijual dengan harga yang sangat miring, jauh di bawah harga normal, dan menarik perhatian banyak warga.
Namun bagaimana kronologi dari kasus dealer motor kebanjiran yang ada di medan ini? Yuk simak terus ulasannya dibawah ini.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang beredar, banjir besar melanda wilayah Medan dan menyebabkan sebuah dealer motor kebanjiran. Ketinggian air yang cukup dalam membuat puluhan unit motor Yamaha NMAX yang masih baru terendam air selama berjam-jam.
Akibat dari dealer motor kebanjiran, kondisi motor-motor ini tidak lagi sempurna. Pihak dealer pun mengambil langkah cepat dengan melelang motor-motor tersebut.
Lelang ini dilakukan dengan harga yang sangat menggiurkan, mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per unit.
Angka ini jauh di bawah harga pasar Yamaha NMAX yang baru, yang biasanya berkisar di atas Rp 30 juta. Sontak, kabar ini langsung menyebar dan memicu antusiasme warga.
Warga Serbu Lelang, Polisi Beri Peringatan
Video dan foto yang viral di media sosial menunjukkan antrean panjang warga yang berbondong-bondong datang ke lokasi lelang. Mereka rela mengantre demi mendapatkan motor impian dengan harga yang sangat terjangkau.
Meskipun sadar bahwa motor tersebut bekas terendam banjir, banyak yang tetap tergiur karena selisih harganya yang signifikan.
Namun, di tengah antusiasme warga, pihak kepolisian melalui Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara memberikan peringatan penting.
Mereka menegaskan bahwa motor yang dijual tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen resmi seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dengan kata lain, motor-motor itu dijual dalam kondisi bodong alias ilegal secara hukum.
Risiko dan Bahaya Membeli Motor Bekas Banjir Bodong
Kondisi ini menimbulkan risiko besar bagi pembeli. Selain masalah legalitas, membeli motor bekas banjir juga memiliki banyak risiko teknis:
Masalah Mesin: Air bisa merusak komponen-komponen vital di dalam mesin, menyebabkan korosi, kerusakan pada piston, dan masalah kelistrikan.
Kerusakan Elektronik: Komponen elektronik pada motor modern sangat sensitif terhadap air. ECU (Electronic Control Unit), sensor, dan kabel-kabel bisa korslet dan rusak permanen.
Biaya Perbaikan Tak Terduga: Meskipun harganya murah di awal, biaya perbaikan untuk mengembalikan kondisi motor bisa sangat mahal. Banyak komponen yang harus diganti total.
Sanksi Hukum: Polisi mengingatkan bahwa mengendarai kendaraan tanpa dokumen resmi bisa berujung pada sanksi hukum, mulai dari tilang hingga penyitaan kendaraan.
Pelajaran Penting dari Kasus Ini
Kasus viral sebuah dealer motor kebanjiran ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan teliti sebelum membeli kendaraan, terutama yang ditawarkan dengan harga tidak masuk akal. Murah di awal belum tentu murah pada akhirnya.
Pastikan selalu memeriksa kondisi fisik kendaraan dengan seksama, dan yang terpenting, pastikan semua dokumen legalitasnya lengkap dan sah. Jangan sampai tergiur harga murah tapi malah berakhir rugi besar dan berurusan dengan hukum.