Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memberikan penjelasan mengenai maraknya isu penggunaan peluru karet dalam pengamanan unjuk rasa di Jakarta dalam seminggu terakhir.
Saat bertemu dengan wartawan di kawasan Monas, Jakarta, pada Minggu (31/7/2025), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi tidak memberikan respons yang mendetail terhadap pertanyaan wartawan mengenai hal tersebut.
Dia hanya menegaskan bahwa pihaknya selalu bertindak sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP). "Ada tahapan-tahapannya. Jadi saya tidak merespons itu, tetapi upaya-upaya tersebut memiliki tahapan-tahapan. Ada SOP-nya," ujar Ade.
Ade menambahkan bahwa fokus utama pihaknya saat ini adalah memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
Dalam menghadapi situasi anarkis, Polda Metro Jaya akan mengambil tindakan tegas, namun tetap terukur sesuai dengan SOP (standard operating procedure).
"Yang jelas, tujuan utama Polda Metro Jaya beserta jajaran saat ini adalah memberikan perlindungan. Yang kedua adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat. SOP-nya sudah ada semua," kata Ade.
"Dasar aturannya sudah ada, siapa yang berbuat apa, dan bertanggung jawab kepada siapa. Apa yang harus dilakukan dalam setiap tahapan. Hal yang tidak kita inginkan, meskipun anarkis, juga memiliki SOP-nya. Tegas namun terukur dan ada SOP-nya," tambahnya.
Sebelumnya, muncul pernyataan viral dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tersebar luas di media sosial pada Sabtu (30/8/2025).
Dalam pernyataannya, Listyo secara tegas memerintahkan jajarannya untuk menembak dengan peluru karet jika ada massa yang menyerang ke Mako Brimob.
"Kalau sampai masuk ke asrama, tembak dulu. Kalian punya peluru karet, tembak. Paling tidak kakinya, tidak usah ragu-ragu," kata Listyo dalam pernyataannya yang viral tersebut.