TEGAL — Film animasi Merah Putih One For All menarik perhatian publik menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia pada tahun 2025.
Di balik proyek yang menuai banyak kontroversi ini, nama Sonny Pudjisasono muncul sebagai produser eksekutif yang secara terbuka mengungkapkan anggaran fantastis sebesar Rp6,7 miliar untuk produksi yang hanya berlangsung selama dua bulan.
Siapa sebenarnya Sonny Pudjisasono, dan bagaimana perjalanan hidupnya hingga menjadi sosok kunci di balik film ini?
Profil Sonny Pudjisasono: Veteran Perfilman dan Politik
Mengutip laman MSN, Sonny Pudjisasono bukanlah nama yang asing di dunia perfilman Indonesia.
Ia menjabat sebagai Direktur Utama Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, sebuah organisasi yang berkomitmen untuk memajukan industri film di Tanah Air.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Perusahaan Film Indonesia Kreasindo (Perfiki), rumah produksi yang bertanggung jawab atas Merah Putih One For All.
Berdasarkan unggahan dari akun Instagram @harrydefretes, kedua entitas ini berada di bawah naungan yang sama, dengan tujuan untuk memperkuat perfilman nasional melalui karya-karya yang bermakna.
Di samping kiprahnya di dunia perfilman, Sonny memiliki pengalaman yang panjang sebagai pengusaha layar tancap atau bioskop keliling, sebuah bentuk hiburan tradisional yang membawa film ke daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Ia juga pernah terlibat dalam dunia politik sebagai kader Partai Buruh pada tahun 2002, bahkan sempat menjabat sebagai ketua umum partai tersebut.
Sonny mencoba peruntungannya di Pemilihan Legislatif sebagai calon DPR RI dari daerah pemilihan Papua Tengah I, meskipun tidak berhasil. Berikut adalah riwayat pekerjaan Sonny secara lengkap:
- Direktur Usaha Pertunjukan Film Keliling Indonesia
- Stakeholder Badan Perfilman Indonesia
- Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail
- Komisaris Utama Midessa Sasono Picture
- Direktur Perfiki Law Firm
- Pemimpin Umum Dekandidat Centre
- Ketua Badan Pendiri (Majelis Rakyat) Partai Buruh