Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sebar Ular di Sawah, Bupati Indramayu Lucky Hakim Viral Lagi

Bupati Indramayu Lucky Hakim

TEGAL — Program ular sahabat tani yang dilakukan Bupati Indramayu viral di media sosial (medsos). Program ini bertujuan untuk membasmi berbagai hama yang ada di sawah. 


Program yang diluncurkan bupati indramayu ini tentu menjadi perhatian publik. Karena ada beberapa jenis ular yang disebarkan di beberapa titik sawah untuk memangsa hama-hama seperti tikus.


Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa bupati indramayu memberikan program ular sahabat tani ini. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.


Alasan Bupati Indramayu


Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Bupati indramayu menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem. Dulu, predator alami tikus seperti ular, biawak, dan burung hantu banyak ditemukan di sawah.


Namun, karena sering diburu dan habitatnya terganggu, populasi mereka menurun drastis. Akibatnya, populasi tikus meledak dan menyebabkan kerugian besar bagi petani karena gagal panen.


Dengan melepas kembali predator alami ini, diharapkan populasi tikus bisa terkendali secara biologis dan berkelanjutan. Ular, khususnya, dianggap sebagai pemburu tikus yang sangat efektif.


Karena mereka bisa masuk ke dalam lubang-lubang tikus dan memangsa hingga ke sarangnya.


Jenis ular yang figunakan


Tidak semua jenis ular dilepas begitu saja. Bupati indramayu Lucky Hakim memastikan bahwa ular yang dilepas adalah jenis yang tidak berbisa dan aman bagi manusia.


Ular-ular tersebut umumnya adalah ular sapi dan ular koros yang memang dikenal sebagai predator alami tikus di area persawahan. Ular jenis ini cenderung menghindar dari manusia.

Ukurannya pun relatif kecil, sehingga tidak membahayakan. Bupati Indramayu bahkan mengklaim bahwa jika sampai menggigit, gigitannya hanya menyebabkan luka kecil.


Hal ini penting untuk menghilangkan kekhawatiran petani yang takut dengan keberadaan ular.


Reaksi warga dan masyarakat


Program ini menuai beragam reaksi. Di satu sisi, banyak petani yang menyambut baik langkah ini karena dianggap lebih ramah lingkungan dan terbukti efektif.


Sejumlah kelompok tani bahkan meminta agar program "Ular Sahabat Tani" ini juga diterapkan di wilayah mereka. Di sisi lain, beberapa petani dan warga merasa khawatir dan takut.


Mereka tidak bisa membedakan mana ular yang tidak berbisa dan mana yang berbahaya. Para ahli juga menyoroti perlunya perhitungan yang tepat agar program ini berhasil.


Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. drh. Widagdo MP mengingatkan pelepasliaran hewan predator harus diiringi dengan sosialisasi dan edukasi yang massif. Sehingga masyarakat tidak panik dan ikut mendukung program ini.


Aksi yang beliau lakukan ini menjadi contoh pendekatan unik dan inovatif dalam sektor pertanian. Ini adalah upaya untuk meninggalkan cara-cara konvensional yang seringkali berdampak buruk pada lingkungan, seperti penggunaan racun kimia.


Meskipun menghadapi tantangan dan kekhawatiran dari masyarakat, program yang diluncurkan Bupati Indramayu ini menunjukkan komitmen untuk mencari solusi jangka panjang yang berkelanjutan.


Tentu, keberhasilan jangka panjangnya akan sangat bergantung pada edukasi dan kerja sama antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan dengan predator alami ini.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube