Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ramai Tren Performative Male di Medsos, Begini Istilahnya

TEGAL — Laki-laki performative dapat diartikan sebagai perilaku pria yang menunjukkan atau memamerkan sikap maskulin tertentu dengan tujuan menarik perhatian lawan jenis.


Menurut situs Elle, laki-laki performative umumnya hanya berpura-pura menunjukkan sesuatu yang sengaja dibuat untuk mendapatkan perhatian orang lain, terutama perempuan.


Mereka akan berperilaku manis dan intelektual, namun di dalam diri mereka masih terdapat sisi kontrol, validasi, dan status.


Apa saja ciri-ciri laki-laki performative?


Biasanya, mereka akan mengenakan pakaian klasik dengan pilihan baju-baju bertema vintage, serta celana lebar yang menambah kesan klasik.


Daripada menggunakan ransel, laki-laki performatif lebih memilih totebag, terutama yang berwarna putih.


Penampilan mereka semakin sempurna dengan buku bertema feminisme dan headset tali yang menggantung dari telinganya. Lagu-lagu yang dipilih oleh laki-laki performative seperti Clairo atau Laufey.


Namun, itu bukanlah ciri terakhir. Laki-laki performative lebih menyukai minuman matcha dibandingkan kopi.


Mereka juga biasanya menggunakan gantungan kunci lucu seperti gantungan labubu di tote bag atau saku celananya.

Laki-laki performative dengan sengaja memamerkan kepribadian yang biasanya bukan merupakan sifat asli mereka hanya untuk menarik perhatian perempuan.


Mereka ingin perempuan tahu bahwa mereka adalah sosok intelektual yang memiliki hati lembut.


Kenapa Performative Male Viral?


Mengutip laman Tirto.d, banyak video yang diunggah netizen terutama Gen Z di media sosial yang memperlihatkan perubahan bentuk maskulinitas laki-laki di era sekarang.


Jika dulu, perempuan lebih menyukai laki-laki yang dingin, keras, dan terkesan dominan, saat ini maskulin yang disukai perempuan adalah lelaki yang hangat dan punya kepekaan terhadap isu-isu feminisme.


Video-video tentang pria bergaya performative male ini semakin banyak bahkan di beberapa negara, termasuk Indonesia sudah ada kontes Siapa Paling Performative Male. Ini menunjukkan terjadi pergeseran selera penampilan Gen Z dengan generasi-generasi sebelumnya.


Yang menjadi kekhawatiran publik adalah akan adanya krisis identitas. Saat standar laki-laki idaman perempuan saat ini adalah performative male, maka akan banyak laki-laki yang mengubah penampilan mereka agar sesuai dengan standar tersebut.


Akibatnya, perempuan akan kesulitan mengetahui sifat asli dari pasangannya. Bisa jadi ketika mereka sudah memutuskan berkomitmen, sifat-sifat asli tersebut akan muncul dan memicu pertengkaran.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube