TEGAL — Suasana panas melanda Kabupaten Pati setelah ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar unjuk rasa besar-besaran menolak kebijakan Bupati Sudewo yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.
Aksi protes berlangsung ricuh, dengan adu mulut dan saling dorong antara warga dan petugas Satpol PP di depan kantor instansi tersebut, Senin 4 Agustus 2025.
Kericuhan dipicu oleh pembubaran paksa posko donasi air mineral yang didirikan warga di depan Kantor Bupati Pati. Petugas Satpol PP menilai keberadaan posko tersebut mengganggu ketertiban dan persiapan peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati.
"Pembubaran posko dilakukan karena ada spanduk yang memuat kalimat provokatif dan menimbulkan gangguan ketertiban umum," ujar Plt Sekretaris Daerah Pati, Rioso, kepada awak media, mengutip laman Ngopibareng.id.
Namun, setelah proses negosiasi panjang, pihak Satpol PP akhirnya menyetujui pengembalian barang-barang milik warga ke lokasi semula.
Puncak kemarahan warga dipicu oleh keputusan Bupati Sudewo yang bersikukuh menaikkan tarif PBB-P2 hingga 250 persen. Kebijakan ini dinilai sangat membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Namun, Sudewo tetap pada pendiriannya. Ia menyatakan bahwa penyesuaian tarif pajak merupakan langkah strategis demi kemajuan pembangunan Kabupaten Pati.
"Biar 50 ribu orang demo, saya tidak akan mencabut kebijakan ini. Saya percaya, ini yang terbaik untuk Pati," ujar Sudewo tegas dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan kontroversial tersebut, warga merencanakan aksi unjuk rasa lanjutan di Alun-Alun Pati pada Selasa, 13 Agustus 2025.
Posko donasi tetap didirikan sebagai simbol perlawanan warga terhadap kepemimpinan yang dianggap abai terhadap suara rakyat.
"Posko ini bentuk tantangan. Kami ingin tunjukkan bahwa masyarakat bisa bersatu untuk menolak ketidakadilan," tegas Koordinator aksi, Ahmad Husein.
Untuk persiapan aksi, warga telah menyumbang ratusan dus air mineral sebagai bentuk simpatisan. Warga masih berjajar di depan Kantor Bupati Pati sebagai bentuk solidaritas terhadap gerakan rakyat.