TEGAL — Aksi demonstrasi di Gedung DPR RI pada Kamis, 28 Agustus 2025 berakhir dengan kericuhan yang menyebabkan korban jiwa.
Baru-baru ini, media sosial ramai dengan video penemuan bungkus gas air mata yang sudah kadaluwarsa, yang diduga digunakan oleh aparat kepolisian dalam menangani para pendemo di DPR RI di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat.
Bungkus gas air mata kadaluwarsa tersebut mencantumkan tulisan tear gas shell dengan tanggal kedaluwarsa pada April 2023.
Bungkus-bungkus itu ditemukan berserakan di sekitar Patal Senayan, Jalan Asia Afrika, Jakarta.
Lalu, apakah paparan gas air mata yang telah kadaluwarsa dapat membahayakan kesehatan tubuh?
Penggunaan gas air mata memang sering terjadi dalam setiap aksi unjuk rasa.
Baik yang sudah kadaluwarsa maupun yang masih berlaku, gas air mata tetap dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Kandungan berbahaya dalam gas air mata yang sudah kadaluwarsa Terdapat berbagai komponen dalam gas air mata yang akan terurai menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana setelah melewati masa kadaluwarsanya.
Awalnya, hal ini diduga akan mengurangi efektivitas gas air mata jika digunakan.
Namun, alih-alih mengurangi efektivitasnya, ternyata ada hal lain yang mengejutkan karena disebutkan lebih berbahaya.
Dikutip dari nationalgeographic.id, Mónica Kräuter, seorang dosen kimia di Simón Bolívar University, Venezuela, mengungkapkan penelitiannya mengenai hal ini.
Ia menemukan bahwa komponen gas air mata yang sudah kadaluwarsa dapat terurai menjadi gas sianida, fosgen, hingga nitrogen.
Jika terpapar dalam jumlah besar, sel-sel tubuh akan mengalami kesulitan dalam menggunakan oksigen untuk menjalankan fungsinya, yang berpotensi merusak berbagai organ tubuh.
Namun, apabila terpapar dalam jumlah kecil, gas sianida dapat larut dengan mudah oleh selaput lendir.
Hal serupa juga diungkap oleh Asosiasi Dokter Kashmir di India, yang menyebut bahwa penggunaan gas air mata yang telah kedaluwarsa dapat mengakibatkan luka bakar, gejala asma, kejang, kebutaan, hingga meningkatkan risiko keguguran