TEGAL — Museum Semedo di Tegal adalah sebuah destinasi edukasi yang menyimpan beragam penemuan fosil manusia purba, hewan, dan artefak bersejarah yang berasal dari ribuan hingga jutaan tahun yang lalu. Suasana tenang dan informatif di museum ini menjadikannya tempat yang ideal untuk mempelajari masa prasejarah secara lebih mendalam.
Pengunjung dapat melihat koleksi fosil langka yang ditemukan di kawasan Semedo, serta memahami bagaimana perkembangan kehidupan purba di Jawa. Lokasi yang mudah diakses, Museum Semedo menjadi pilihan wisata edukatif yang menarik bagi pelajar, keluarga, dan pecinta sejarah.
Sejarah Museum Semedo
Penemuan fragmen manusia purba, fosil tumbuhan dan hewan, serta benda-benda purba di kawasan cagar budaya Semedo telah mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Direktorat Perlindungan Kebudayaan, untuk mendirikan sebuah museum.
Museum Semedo, yang didirikan pada tahun 2015 melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tegal, bertujuan untuk melestarikan warisan manusia purba, menyajikan hasil penelitian, dan memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai pentingnya Semedo sebagai situs arkeologi dan tempat tinggal manusia purba yang terkenal.
Sejak penemuan pada tahun 2005, lebih dari 300 artefak dari berbagai bahan dan jenis telah ditemukan di Situs Semedo. Situs ini telah memberikan informasi mengenai perkembangan manusia dan kebudayaannya selama 1,5 juta tahun terakhir. Karena signifikansinya dalam penelitian arkeologi di Indonesia, sebuah museum dibangun di lokasi ini.
Pada tahun 2005, Dakri, Duman, Sunardi, dan Ansor, yang merupakan penduduk setempat, pertama kali menemukan Situs Semedo dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Sejak saat itu, situs ini telah menjadi fokus penelitian yang intensif dan terus menghasilkan temuan baru. Pada 12 Oktober 2022, Museum Situs Semedo diresmikan sebagai bagian dari perayaan Hari Museum Nasional.
Jam Berkunjung dan Tiket Masuk
kalian bisa berkunjung ke museum semedo setiap hari selasa hingga minggu, di hari senin museum semedo tutup. meseum mulai buka pada pukul 08.00 - 15.30 WIB, waktu buka di weekday dan weekend sama.
kalian bisa berkunjung ke museum semedo tanpa memikirkan biaya sepeserpun, karena untuk bisa menikmati suasana museum dan belajar tentang situs purba di museum ini tidak dipungut biaya atau bisa disebut gratis, karena ini salah satu fasilitas umum di kabupaten Tegal. Apa saja yang ada di Museum Semedo?
1. Fosil fauna gajah purba dan gajah kerdil
Jenis mamalia besar yang termasuk dalam keluarga Mammutidae dan genus Mammoth. Mereka pertama kali muncul selama periode Miosen sekitar 23 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu, dan kemudian berevolusi menjadi bentuk yang berbeda selama periode Pleistosen sekitar 2,6 juta hingga 11.700 tahun yang lalu. Fosil Gajah purba pertama kali ditemukan di Republik Demokrasi Kongo, sementara yang terbesar ditemukan di bagian Barat Amerika Serikat.
Fosil-fosil Mastodon juga tersebar luas di berbagai benua seperti Asia, Afrika, Eropa, Amerika Tengah, dan Amerika Utara. Fisik Mastodon mirip dengan gajah modern, namun ada perbedaan signifikan di antara keduanya. Mastodon biasanya lebih pendek, dengan tinggi dewasa berkisar antara 2,5 hingga 3 meter dan berat antara 3.500 hingga 5.400 kilogram.
Sementara gajah modern bisa mencapai tinggi 4 meter dan berat 7.000 kilogram. Tubuh Mastodon lebih panjang, kekar, berbulu coklat kemerahan, dengan kaki pendek dan besar. Tulang kepala Mastodon lebih rendah dan datar, serta lebih sederhana susunan tulang tubuhnya. Berbeda dengan gajah, Mastodon memiliki telinga kecil.
2. Artefak litik alat bantu masif dan non masif
Kapak perimbas
Peralatan dari batu yang menyerupai kapak genggam, namun ukurannya lebih besar dengan tajaman pada ujungnya berbentuk cembung dan lurus.
Kapak penetak
Alat batu masif yang dicirikan oleh bagian tajaman yang dibentuk dengan pemangkasan pada kedua muka, dari bagian ujung ke bagian pangkal. Kapak penetak salah satu produk alat batu manusia purba (homo erectus) yang diperkirakan berasal dari Masa Paleolitik.
Kapak genggam
Sebuah batu yang mirip dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam.
Batu inti
Batu sisa penyerpihan/pemangkasan alat serpih. Ciri utama batu inti adalah terdapat banyak bidang pemangkasan tapi tidak ada bagian tajaman.
Museum Semedo menjadi wisata edukasi menarik di Tegal untuk menambah pengetahuan sekaligus berwisata mengenai sejarah manusia purba zaman dahulu.