Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Menelusuri Jejak Kolonial: 6 Bangunan Belanda Bersejarah di Jawa Tengah

TEGAL — Jawa Tengah tidak hanya kaya akan keindahan alam dan budaya lokal, tetapi juga menyimpan banyak bangunan Belanda bersejarah. Gaya arsitektur yang klasik dan megah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin merasakan suasana masa lalu.


Bangunan Belanda bersejarah di Jawa Tengah ini menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa anda nikmati untuk menghabiskan akhir pekan atau liburan.


Mulai dari Kota Lama Semarang, Benteng Van Der Wijck hingga Stasiun Solo Balapan, setiap bangunan Belanda bersejarah di Jawa Tengah ini menyuguhkan cerita masa kolonial yang menarik untuk dijelajahi.


Menelusuri Jejak Kolonial: Bangunan Belanda Bersejarah di Jawa Tengah


1. Kota Lama Semarang


Selain Lawang Sewu, Kota Lama Semarang merupakan pusat wisata kolonial yang wajib dikunjungi. Kawasan ini dulunya adalah pusat perdagangan VOC dan masih menyimpan banyak bangunan bergaya Eropa, seperti Gereja Blenduk yang telah berdiri sejak tahun 1753.


Dengan suasana klasik dan tata kota yang khas Eropa, tidak mengherankan jika Kota Lama sering disebut sebagai “Little Netherlands”. Saat ini, kawasan tersebut telah direvitalisasi menjadi pusat wisata sejarah, kuliner, hingga tempat foto yang instagramable.


2. Lawang Sewu Semarang


Bangunan bersejarah yang paling terkenal di Jawa Tengah tentu saja adalah Lawang Sewu. Terletak di pusat Kota Semarang, gedung ini dibangun pada tahun 1904 sebagai kantor pusat Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api Hindia Belanda.


Disebut Lawang Sewu karena memiliki banyak pintu dan jendela besar yang menyerupai seribu pintu. Saat ini, bangunan ini berfungsi sebagai museum kereta api dan sering digunakan untuk acara seni serta pameran.


Keunikan arsitekturnya menjadikan Lawang Sewu sebagai destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.


3. Benteng Van Der Wijck


Beralih ke selatan Jawa Tengah, terdapat Benteng Van Der Wijck di Kabupaten Kebumen. Benteng ini dibangun pada abad ke-19 sebagai benteng pertahanan Belanda. Dengan arsitektur yang kokoh, benteng ini memiliki 16 sisi simetris dan pernah digunakan sebagai markas militer.

Kini, benteng tersebut dijadikan tempat wisata sejarah sekaligus edukasi. Pengunjung bisa menikmati arsitektur kolonial, museum mini, hingga wahana permainan anak yang membuatnya cocok untuk wisata keluarga.


4. Pasar Gede Solo


Pasar Gede Solo atau yang memiliki nama lengkap Pasar Gede Hardjonagoro merupakan salah satu bangunan bersejarah atau cagar budaya yang ada di Jawa Tengah (Jateng), yang dirancang arsitek Thomas Kartsen. Pasar Gede Solo dibangun pada tahun 1927.


Dilansir dari surakarta.go.id, bangunan Pasar Gede dilihat dari segi arsitekturnya memiliki langgam arsitektur kolonial yang beradaptasi dengan langgam arsitektur khas Jawa.


Dari sejak dibangun hingga kini, fungsi bangunannya tidak berubah, yakni sebagai tempat berniaga para pedagang di Kota Solo dan sekitarnya.


5. Pasar Johar


Salah satu mahakarya arsitektur Thomas Karsten adalah bangunan Pasar Johar. Ia mendirikan pasar terbesar di Kota Semarang itu pada tahun 1933. Dalam membangun pasar itu, ia mempertimbangkan banyak aspek seperti kondisi iklim, cuaca, dan perilaku masyarakat Semarang.


Dengan rancangan Thomas Karsten, sinar matahari bisa masuk ke seluruh penjuru pasar tanpa ada efek panas yang ditimbulkan. Dengan arsitektur dan manajemen yang bagus, pada tahun 1955 Pasar Johar disebut-sebut sebagai yang terbaik di Asia Tenggara


6. Stasiun Solo Balapan


Stasiun ini dibangun oleh perusahaan kereta Hindia Belanda, Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij padatahun 1873. Stasiun Solo Balapan juga merupakan satu di antara beberapa stasiun tertua di Indonesia.


Stasiun utama di Kota Solo ini memiliki atap tajuk bersusun tiga pada lobinya. Sesuai ciri khas Karsten yang selalu memadukan arsitektur Jawa dan Eropa, stasiun ini juga menjadi salah satu hasil karya perpaduan dua gaya arsitektur.


Bentuk atap yang dibuat tajuk juga memudahkan sirkulasi udara dan pencahayaan di dalam ruangan.


Itulah beberapa bangunan Belanda bersejarah di Jawa Tengah yang memiliki pesona arsitektur klasik yang memikat. Selamat berkunjung!

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube