Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kereta Argo Bromo Anggrek Anjlok di Subang, KAI Langsung Evakuasi

TEGAL — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon telah menyelesaikan proses evakuasi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang mengalami anjlok di emplasemen Stasiun Pegaden Baru Subang, Jawa Barat.


"Evakuasi lima kereta yang terdampak berhasil diselesaikan pada pukul 07.09 WIB," ujar Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, di Cirebon, pada hari Sabtu.


Ia menjelaskan bahwa rangkaian yang telah dievakuasi terdiri dari satu kereta pembangkit, dua kompartemen, dan dua kereta eksekutif.


Seluruh rangkaian, lanjutnya, kemudian dibawa ke Balai Yasa Manggarai untuk pemeriksaan dan perbaikan lebih lanjut.


Muhibbuddin menambahkan bahwa evakuasi ini melibatkan tim teknis dari berbagai daerah seperti Balai Yasa Tegal, Yogyakarta, Manggarai, serta Dipo Kereta Bandung dan Lokomotif Cipinang.


Menurutnya, keterlibatan personel gabungan ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan setelah insiden tersebut.


Setelah proses evakuasi selesai, pihaknya segera melakukan perbaikan jalur rel yang rusak akibat anjlokan dengan estimasi waktu perbaikan sekitar 2,5 jam.

Ia menginformasikan bahwa jalur tersebut kini telah selesai diperbaiki dan dapat dilalui kembali. Kereta pertama yang melintas adalah KA Argo Lawu relasi Gambir-Solo Balapan pada pukul 10.57 WIB.


Muhibbuddin menyebutkan bahwa akibat peristiwa ini, terdapat sembilan KA yang tertahan dan 43 KA harus memutar jalur untuk menghindari lokasi kejadian.


"Peristiwa anjlokan yang terjadi pada Jumat (1/8) tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api terganggu," tambahnya.


Dia mengemukakan terdapat 54 KA yang terpaksa dibatalkan akibat gangguan di lintas utara tersebut. Kebijakan itu diambil untuk menjamin keselamatan perjalanan dan memperlancar proses evakuasi.


“Kami memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujarnya.


Pihak pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh instansi serta masyarakat sekitar, yang terlibat dalam mendukung proses evakuasi.


Ia menambahkan, hingga saat ini penyebab anjlok masih dalam proses investigasi oleh tim teknis bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube