SEMARANG — Saat membahas keselamatan berkendara, perhatian publik umumnya tertuju pada ban, rem, suspensi, atau bahkan performa mesin.
Namun, satu komponen penting sering terlupakan yakni jok motor. Padahal, jenis dan desain jok motor memiliki peran krusial dalam kenyamanan, kendali, dan keselamatan pengendara, terutama dalam perjalanan jarak jauh atau saat bermanuver tajam.
"Motor adalah perpanjangan dari tubuh kita, jok adalah titik kontak utama yang memungkinkan perpanjangan itu terjadi dengan sempurna. Perhatikan jok motor kita, karena ia adalah salah satu kunci untuk berkendara dengan lebih aman dan terkendali,” ujar Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Senin 21 Juli 2025.
Oke menjelaskan secara umum terdapat beberapa tipe jok motor yang dirancang menyesuaikan kebutuhan berkendara dan jenis motor.
Masing-masing jenis memberikan pengaruh berbeda terhadap postur tubuh, kestabilan, hingga respon pengendara dalam berbagai situasi di jalan.
"Seperti jok rata, umumnya ditemukan pada motor trail atau naked bike, tipe ini memungkinkan pengendara bebas bergerak maju-mundur. Fleksibilitas ini sangat dibutuhkan saat melewati medan offroad atau tikungan tajam, di mana perpindahan berat badan menjadi kunci manuver yang presisi," ujarnya.
Lebih lanjut jenis jok berundak, yang selalu ditemukan motor sport atau touring, jok ini memisahkan area duduk pengendara dan penumpang.
"Posisi berundak membantu pengendara tetap stabil saat akselerasi atau pengereman mendadak. Namun, keterbatasan ruang gerak bisa menjadi hambatan saat harus mengatur posisi tubuh dalam tikungan," jelas Oke.
Selain itu juga terdapat jenis jok ergonomis yang dirancang mengikuti lekuk tubuh, jok ini memberikan kenyamanan tinggi dengan mendistribusikan beban tubuh secara merata.
"Untuk jok ergonomis ini cocok untuk perjalanan jauh, karena membantu mengurangi kelelahan, nyeri punggung, atau tekanan pada area duduk," paparnya.
Tidak hanya bentuk, kepadatan jok juga sangat menentukan. Banyak orang mengira jok yang empuk selalu lebih baik, namun kenyataannya, kenyamanan tidak selalu sejalan dengan keselamatan.
"Jok yang terlalu empuk memang nyaman sesaat, tapi bisa membuat kita kehilangan rasa terhadap motor," jelas Oke.
"Sebaliknya, jok yang terlalu keras akan terasa menyiksa untuk perjalanan jauh. Maka, yang ideal adalah kombinasi keduanya cukup kenyal untuk menyerap getaran, tapi cukup padat untuk memberi umpan balik yang baik," tambahnya.
Ia menjelaskan, dalam dunia balap, misalnya, jok balap justru tipis dan keras, karena pengendara memerlukan respons motor yang cepat dan presisi.
"Ketika jok terlalu empuk, pengendara bisa merasa seperti "tenggelam" di atas motor, kehilangan "feel" terhadap sasis dan suspensi saat menikung atau melintasi jalan bergelombang," paparnya.
Oke mencontohkan sebuah analogi sederhana menggambarkan pentingnya jok motor. "bayangkan alas kaki saat beraktivitas, sepatu lari dirancang keras dan stabil untuk memberikan dukungan saat bergerak cepat. Sebaliknya, sandal empuk digunakan untuk bersantai. Begitu pula dengan jok motor, pemilihannya harus menyesuaikan dengan tujuan penggunaan motor," jelasnya.
Jok motor bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian penting dari sistem kontrol kendaraan. Baik bentuk maupun tingkat kekerasannya dapat berkontribusi besar pada keselamatan, stabilitas, dan efisiensi berkendara.
Oke berharap, sebelum memodifikasi jok hanya demi tampilan atau kenyamanan sesaat, sebaiknya pahami dulu fungsi teknis dan pengaruhnya terhadap keselamatan.
"Berkendara bukan sekadar soal cepat sampai, tetapi bagaimana kita sampai dengan aman, nyaman, dan tetap terkendali," jelasnya.
Tips & Trik Motor Honda, #Cari_Aman, Safety Riding, Astra Motor Jateng, Honda Jateng