Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jateng Jadi Provinsi dengan Penanggulangan TBC Terlengkap

Wakil Gubernur Jateng
Taj Yasin Maimoen
usai menghadiri Forum 8 Gubernur percepatan eliminasi TBC di Sasana Bhakti Praja
Kemendagri
Jakarta
Selasa (26/8/2025).

Jakarta — Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Tercatat, setiap lima menit dua orang meninggal akibat penyakit ini.


Pemerintah pusat telah menginstruksikan delapan provinsi dengan angka TBC tertinggi untuk membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) dan menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD).


Delapan provinsi itu adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.


Dari delapan provinsi tersebut, Jawa Tengah menjadi salah satu yang paling lengkap bersama DKI Jakarta.


Artinya, TP2TB dan RAD sudah terbentuk di hampir seluruh kabupaten/kota. Saat ini hanya Kabupaten Klaten yang belum menyusun RAD.


“Jawa Tengah terbaik karena sudah membentuk TP2TB dan RAD. Dari 35 kabupaten/kota sudah ter-SK semua, tinggal Klaten yang belum. Ini segera akan kami tindak lanjuti,” kata Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, usai menghadiri Forum 8 Gubernur percepatan eliminasi TBC di Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa (26/8/2025).


Pemprov Jateng, lanjutnya, berkomitmen mengejar target penemuan kasus dan pengobatan pasien TBC, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.


Komitmen itu diwujudkan dengan terbitnya Pergub No. 27 Tahun 2024 tentang RAD Penanggulangan TBC 2024–2029 serta Keputusan Gubernur No. 440/37 Tahun 2024 tentang TP2TB yang ditindaklanjuti hingga 35 kabupaten/kota.


Selain regulasi, dukungan anggaran juga meningkat tajam. Dari Rp189,99 juta (2023), naik menjadi Rp3,16 miliar (2024), dan dialokasikan Rp1 miliar pada 2025 melalui efisiensi program.


“Pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi indikator kesehatan. Jika kasus TBC tinggi, investor bisa ragu. Karena itu, eliminasi TBC akan terus kami realisasikan,” tegasnya.

Hingga 25 Agustus 2025, penemuan kasus TBC di Jateng mencapai 53.480 atau 50% dari target Agustus sebesar 60% (107.488 kasus).


Dari jumlah itu, kasus TBC Sensitif Obat (SO) sebanyak 52.891 dengan 92% pasien sudah memulai pengobatan.


Sementara TBC Resisten Obat (RO) baru 589 kasus dari estimasi 3.156, dengan 84% pasien sudah menjalani pengobatan.


Menurut Taj Yasin, tantangan terbesar saat ini adalah memperluas penemuan kasus.


Untuk itu, Pemprov Jateng meluncurkan program Speling yang diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat, guna memperkuat screening hingga tingkat desa.


“Speling ini efektif untuk screening TBC. Ketika ditemukan, pasien langsung diarahkan ke rumah sakit atau puskesmas untuk pengobatan,” ujarnya.


Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi Jateng karena sudah melengkapi TP2TB dan RAD di hampir seluruh wilayahnya. Hal itu menunjukkan keseriusan Pemprov Jateng dalam menekan kasus TBC.


“Kalau tidak ada rencana aksi, kita tidak tahu mau berbuat apa. Karena itu akan terus kami evaluasi. Daerah yang terbaik akan diberi penghargaan, yang tidak ada kemajuan akan diumumkan ke publik,” tegas Tito.


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, Indonesia merupakan negara dengan estimasi kasus dan kematian TBC tertinggi kedua setelah India. Setiap tahun, ada 1.090.000 kasus baru dengan 125.000 kematian.


“Kalau saya bicara lima menit, berarti ada dua orang meninggal karena TBC. Penyakit ini lebih mematikan daripada Covid-19. Presiden meminta eliminasi TBC segera dilakukan. Caranya sama seperti Covid: screening lalu diobati. Obatnya sudah ada,” jelas Budi.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube