Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Inovasi Pertamina, Minyak Jelantah dan Botol Plastik Bisa Jadi Uang di SPBU Sultan Agung Semarang

Seorang menuangkan minyak jelantah untuk ditukan menjadi saldo MyPertamina pada mesin yang disediakan Pertamina Patra Niaga di SPBU Sultan Agung Semarang.

SEMARANG — Inovasi ramah lingkungan hadir di Kota Semarang, SPBU Sultan Agung yang terletak tepat di depan Akademi Kepolisian (Akpol) kini menyediakan mesin penukaran minyak jelantah milik Pertamina Patra Niaga yang bisa dimanfaatkan warga untuk menukar minyak bekas pakai menjadi saldo digital atau uang tunai.


Program ini resmi diluncurkan pada 5 Juni 2025 dan menjadi pilot project pertama di Semarang. Robi Jayadi, customer service SPBU Sultan Agung, menjelaskan bahwa mesin ini berfungsi sebagai sarana pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat untuk kemudian didaur ulang menjadi minyak yang lebih murni.


"Minyak jelantah ini akan kami kumpulkan dan kirim kembali untuk diproses ulang. Warga bisa langsung mendapatkan saldo sebesar Rp6.000 per liter melalui aplikasi MyPertamina," jelas Robi kepada wartawan diswayjateng.com, Jumat 20 Juni 2025.


Cara Tukar Minyak Jelantah Jadi Saldo MyPertamina


Masyarakat yang ingin menukar minyak jelantah cukup mengunduh aplikasi MyPertamina atau Ucollet, lalu mendaftarkan identitas sesuai KTP, email, dan nomor telepon. Setelah itu, saldo akan otomatis masuk dan bisa digunakan untuk membeli BBM 


Robi juga menambahkan bahwa mesin ini mampu menampung hingga 500 liter minyak, dan saat ini hanya tersedia di SPBU Sultan Agung.


"Salto otomatis akan masuk sesuai dengan liter yang sudah dituangkan ke mesin, dan nanti saldo tersebut bisa digunakan untuk membeli BBM di SPBU atau berbelanja," terangnya.


Penukaran Sampah Plastik Juga Tersedia


Tidak hanya minyak jelantah, SPBU ini juga menyediakan penukaran sampah plastik botol melalui sistem yang sama. Satu botol bernilai sekitar 56 poin atau senilai Rp100 rupiah, yang jika dikumpulkan dalam jumlah besar bisa ditukar dengan saldo rupiah.


"Misalnya 50 botol plastik bisa ditukar hingga Rp25.000 dan bisa langsung masuk ke akun digital masing-masing," imbuhnya.


Berbeda dengan mesin minyak jelantah, mesih botol plastik ini bisa langsung masuk rekening atau e-Wallet.


Solusi Nyata untuk Lingkungan dan Ekonomi


Mardiana, warga Gunungpati, yang sering mengumpulkan minya jelantah ini mengaku sangat terbantu dengan adanya mesin ini.


"Biasanya minyak jelantah saya kumpulkan dua bulan sekali dan disetorkan ke Bu RT. Tapi sekarang bisa langsung saya masukkan ke mesin dan langsung dapat saldo Rp6.000 per liter. Bisa langsung ditukar jadi pertalite, tanpa nunggu," katanya.

Ia menambahkan, biasanya kalau dikumpulin melalui perwakilan RT dana yang turun bisa menunggu hingga dua minggu.


"Kalau dikumpulin ke RT, uangnya baru bisa turun setelah dua minggu," terangnya.


Sementara itu, Meiwati warga Kalicari, mengaku mengetahui program ini lewat TikTok. Ia menyebut harga Rp6.000 per liter lebih tinggi dibanding jika dijual ke tukang rongsok yang biasanya hanya membeli Rp4.000.


"Saya baru saja mencoba mesin ini, tahu dari tiktok langsung kesini. Biasanya kita menjual di tukang rongsok, dan dikasih harga yang tidak tentu, terakhir Rp4000 perliter," katanya.


Jadi Peluang Usaha Sampingan


Didi Sutanto, warga Jalan Parang Kusumo, Tlogosari bahkan memiliki ide untuk dijadikan usaha sampingan dengan mengumpulkan minya jelantah dari tetangga yang akan ditukar dimesin ini.


"Ini lagi cari-cari informasi dulu, siapa tahu bisa buat usaha sampingan, nanti saya ngumpulin minyak jelantah dari tetangga terus dimasukan ke mesin ini," terangnya.


Ia mengaku mendapatkan informasi ini melalui ChatGPT yang langsung menunjukan lokasi SPBU Sultan Agung Semarang.


"Saya cari lewat ChatGPT, karena langsung menunjukan lokasi ini. Kalau di Google dan Facebook isinya menjual minyak bekas semua," terangnya.


Menambahkan, harga di mesin ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasaran yang berkisar Rp5000 hingga Rp5500 per liter.


"Harganya jauh lebih tinggi dari pasaran, lumayan kalau bisa ngumpulin dari tetangga bisa buat tambah-tambahan," katanya.


Peluang Bisnis dan Ekspansi SPBU ke Wilayah Lain


Melihat antusiasme warga, pihak SPBU membuka kemungkinan akan menambah titik mesin serupa di lokasi SPBU lainnya di Semarang. Inisiatif ini sejalan dengan misi Pertamina untuk mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan limbah rumah tangga.


"Kita lihat dulu antusiasme masyarakat. Kalau memang tinggi, bukan tidak mungkin mesin ini akan kita sebar ke SPBU lain. Tapi semua tergantung atasan," tutur Robi.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube