Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Cita Rasa Tradisional Kota Bengawan: 8 Makanan Khas Solo yang Wajib Dicoba

TEGAL — Kota Solo terkenal tidak hanya karena budayanya yang kaya, tetapi juga karena keanekaragaman kulinernya yang menggugah selera. Dari nasi liwet, serabi Notosuman, hingga tengkleng yang legendaris, setiap hidangan khas Solo menyimpan rasa dan sejarah yang panjang, mencerminkan kehangatan masyarakatnya.


Bagi para pecinta kuliner, menjelajahi makanan khas Solo adalah pengalaman rasa yang tidak boleh dilewatkan.


Cita Rasa Tradisional Kota Bengawan: Makanan Khas Solo yang Wajib Dicoba


1. Tengkleng


Apakah kamu tahu bahwa Tengkleng termasuk makanan dari era penjajahan? Ceritanya, masyarakat Solo pada masa itu mengalami kekurangan bahan makanan, terutama saat kolonial Jepang. Oleh karena itu, mereka harus berinovasi untuk menciptakan hidangan yang mengenyangkan.


Akhirnya, pilihan jatuh pada jeroan dan tulang kambing yang diolah menjadi menu sehari-hari. Saat ini, satu porsi Tengkleng disajikan dengan lebih bervariasi. Selain daging yang masih menempel pada tulang, terdapat juga jeroan, kuping, pipi, dan kepala kambing sebagai pelengkap.


2. Selat Solo


Salah satu makanan khas Solo yang sudah ada sejak masa penjajahan Belanda adalah Selat Solo. Nama makanan ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu Slachtije, yang berarti daging sembelihan yang dipotong kecil-kecil. Meskipun mirip dengan cincangan kasar, ukurannya sedikit lebih besar.


Selat Solo sangat diminati karena menggabungkan cita rasa khas Eropa dan Nusantara. Setiap hidangan umumnya terdiri dari potongan daging sapi, buncis, telur rebus, kentang, dan acar. Kemudian, kuah kecap yang gurih manis dan mayones ditambahkan sebagai pelengkap.


3. Nasi Liwet


Nasi liwet memang jadi salah satu kuliner nusantara yang bisa ditemukan di banyak daerah. Tapi, nasi liwet Solo ini berbeda karena nasi liwetnya disajikan dengan areh atau santan kental, telur pindang, labu siam, suwiran ayam, dan sambal goreng. Makanan ini memang sering menjadi menu sarapan favorit orang-orang Solo.


Adapun salah satu tempat yang paling terkenal untuk menikmati nasi liwet adalah Nasi Liwet Wongso Lemu. Tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1950 dan menyajikan nasi liwet yang hangat, gurih, dan enak yang bikin kenyang..


4. Timlo


Timlo adalah menu sejenis sup dengan isi suwiran ayam, potongan sosis, ati ampela, dan telur pindang. Sesuai namanya, timlo disajikan dengan kuah yang bening dan kaya akan rempah. Ini yang membuat cita rasanya begitu gurih dan cocok disantap kapan saja.


Dari sekian banyak jenis menu timlo, yang paling populer adalah Timlo Sastro di Pasar Gede. Selain terkenal, tempat ini juga legendaris karena sudah beroperasi sejak puluhan tahun yang lalu.

Fakta menariknya, timlo ini tidak hanya dijual di pasar, melainkan juga kerap disajikan dalam acara-acara keluarga di Solo karena rasanya yang cocok di lidah semua kalangan.


5. Sup Matahari


Kalau menu yang satu ini dianggap unik dan langka di Solo. Sebab, tidak semua warung atau tempat makan menjualnya, jadi agak sedikit sulit untuk menemukan. Nama sup matahari diambil karena penyajiannya layaknya bunga matahari, cerah, kuning, dan mempesona.


Bagi masyarakat sekitar, sup ini menjadi simbol harapan cinta bagi para pasangan. Makanya, menu ini akan banyak disajikan di acara pernikahan. Layaknya sup pada umumnya, kamu akan menemukan kombinasi jagung, wortel, jamur, daging ayam, hingga telur.


6. Sate Kere


Sesuai namanya, kere di dalam bahasa Jawa berarti miskin atau tidak punya uang. Nama Sate Kere muncul ketika warga miskin di zaman dulu ingin menyantap hidangan nikmat, tapi terbatas biaya untuk membeli daging. Alhasil, mereka menggunakan ampas tahu atau jeroan sapi yang dibuat seperti sate.


Namun, sebelum dibakar, ampas tahu atau jeroan akan diolah terlebih dahulu dan dicampur dengan bumbu bacem. Barulah dibakar dan diguyur bumbu kacang layaknya sate daging pada umumnya. Makanan ini biasa dinikmati bersama lontong.


7. Tahok


Mirip bubur, mirip juga dengan pudding. Itulah yang menggambarkan Tahok, menu khas Solo yang dibuat dengan bahan kacang kedelai yang dihaluskan, lalu sari-sarinya diambil untuk dipadatkan. Nantinya, Tahok akan disajikan dengan kuah rebusan jahe serai, pandan, sedikit garam, dan daun jeruk.


Jadi, saat dinikmati tidak hanya enak dirasa saja, melainkan bisa sekaligus menghangatkan perut karena campuran rempah-rempah di dalam kuah.


8. Tahu Kupat


Menu tahu kupat tidak hanya berisi tahu dan kupat saja, melainkan ada kol, mi kuning, tahu, dan taoge, bahkan bakwan yang disiram dengan kuah manis khas Jawa. Kuah tersebut terbuat dari kecap dan bawang putih yang dilengkapi dengan bawang goreng dan kerupuk.


Di Solo sendiri, warung Tahu Kupat Pak Gombloh dan Tahu Kupat Bu Siti yang menjadi tempat favorit pelancong. Kamu bisa datang untuk mencicipi langsung cita rasanya.


Itulah beberapa makanan tradisional khas Solo dengan cita rasa autentik yang menggugah selera.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube