Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

BNPT dan Pelindo Perkuat Keamanan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Cegah Ancaman Terorisme

Kepala BNPT Komjen (Purn) Eddy Hartono bersama Direktur Manajemen Risiko PT Pelindo (Persero) Boy Robyanto mengamati CCTV di obyek vital Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama PT Pelindo (Persero) memperkuat sistem pengamanan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang merupakan salah satu objek vital nasional. 


Langkah ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi peraturan BNPT dan pra-asesmen sistem pengamanan obyek vital strategis, yang digelar di Ruang VIP Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas.


Kepala BNPT, Komjen (Purn) Eddy Hartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang pencegahan tindak pidana terorisme. Pemerintah, kata Eddy, memiliki kewajiban melakukan upaya pencegahan dan perlindungan terhadap objek vital nasional agar terhindar dari ancaman aksi teror.


“Pelabuhan Tanjung Emas merupakan salah satu objek vital nasional. Sebagai gerbang utama perekonomian Indonesia, pelabuhan ini harus diamankan secara maksimal dari potensi ancaman terorisme. Sistem keamanan yang dimiliki harus memenuhi standar minimum keamanan nasional,” jelas Eddy, Selasa 14 Oktober 2025.


BNPT melakukan penilaian langsung terhadap sistem keamanan yang diterapkan PT Pelindo di Tanjung Emas, termasuk pemantauan ruang kontrol dan sistem CCTV yang telah terpasang di berbagai titik strategis. Hasil asesmen sementara menunjukkan bahwa sistem pengamanan di pelabuhan sudah berjalan baik.


“Kami sudah melihat langsung ruang kontrol, CCTV, serta sarana pengawasan yang dimiliki PT Pelindo. Semuanya berjalan cukup baik. Namun tentu kami akan memberikan sejumlah rekomendasi untuk peningkatan sistem keamanan yang lebih komprehensif,” tambah Eddy.


BNPT juga memastikan bahwa asesmen seperti ini akan dilakukan di seluruh pelabuhan di Indonesia yang dikategorikan sebagai objek vital strategis nasional, sebagai langkah mitigasi dini terhadap ancaman terorisme.


Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko PT Pelindo (Persero), Boy Robyanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan BNPT selama beberapa tahun terakhir. Program ini merupakan bagian dari standarisasi keamanan di seluruh pelabuhan Pelindo di Indonesia.


“Pelabuhan Tanjung Emas merupakan lokasi ketiga tahun ini setelah Tanjung Perak dan Pelabuhan Benoa. Kami tengah membangun sistem keamanan terintegrasi (integrated control and planning system) yang memungkinkan pengawasan 24 jam setiap hari,” jelas Boy.

Menurutnya, sistem pengamanan di Pelabuhan Tanjung Emas termasuk kompleks karena menggunakan sistem folder seperti di Belanda, di mana sebagian area pelabuhan berada di bawah permukaan laut. Kondisi ini membuat pelabuhan sangat rentan jika terjadi gangguan pada sistem pompa pengendali air laut.


“Pelabuhan ini sangat vital. Jika pompa dimatikan atau terganggu, seluruh area bisa terendam air laut. Karena itu, kami menggunakan sistem pengawasan berbasis teknologi informasi untuk memastikan seluruh sistem bekerja optimal,” tegas Boy.


Sebagai tindak lanjut dari rekomendasi BNPT, PT Pelindo akan menambah teknologi face recognition pada sistem CCTV di area pelabuhan. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan identifikasi dan pencegahan dini terhadap potensi ancaman.


“Kami sudah menggunakan beberapa unit CCTV dengan face recognition. Namun karena biaya yang cukup tinggi, penerapannya dilakukan bertahap. Kami akan terus berkoordinasi dengan BNPT untuk memastikan setiap pengembangan sistem sesuai standar nasional,” tambahnya.


Boy juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi ancaman serius terhadap keamanan Pelabuhan Tanjung Emas. Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat pelabuhan berperan penting dalam distribusi logistik dan perekonomian nasional.


“Alhamdulillah, selama ini belum ada ancaman langsung terhadap pelabuhan kami. Tetapi sesuai arahan BNPT, kami tetap melakukan evaluasi rutin setiap tiga hingga enam bulan untuk memastikan semua sistem berjalan optimal,” ujarnya.


BNPT dan PT Pelindo sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam perlindungan objek vital nasional, tidak hanya melalui sistem teknologi, tetapi juga peningkatan sumber daya manusia dan pelatihan keamanan bagi seluruh petugas pelabuhan.


“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Pencegahan terhadap terorisme adalah tanggung jawab bersama, terutama di area strategis seperti pelabuhan yang menjadi nadi perekonomian bangsa,” pungkas Boy.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube