TEGAL — Purwokerto tidak hanya dikenal karena keindahan wisata alamnya, tetapi juga kaya akan jajanan legendaris yang telah ada selama puluhan tahun. Rasa otentiknya dan metode pengolahan tradisional membuat jajanan-jajanan ini tetap populer hingga saat ini.
Dari makanan manis, jajanan pasar yang terkenal, hingga camilan unik yang hanya dapat ditemukan di Purwokerto, semuanya menawarkan cita rasa nostalgia yang sulit dilupakan.
Dalam artikel ini, Anda akan diajak untuk menjelajahi berbagai jajanan legendaris di Purwokerto yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota ini.
Berburu 8 Jajanan Legendaris di Purwokerto, Rasanya Tetap Juara!
1. Lumpia Boom
Tidak hanya Semarang, Purwokerto juga memiliki makanan khas berupa lumpia yang dikenal sebagai lumpia boom. Yang membedakan lumpia khas Purwokerto ini adalah ukurannya yang besar, berkisar antara 15-25 cm.
Selain dapat dijadikan makanan ringan khas Purwokerto, lumpia boom ini juga bisa disajikan sebagai lauk untuk dinikmati bersama nasi lengkap dengan sambalnya.
Selain diisi dengan berbagai sayuran dan telur, lumpia boom menawarkan beragam pilihan rasa menarik seperti daging sapi, bakso, sosis, nugget, jamur, seafood, keju, dan daging ayam.
Salah satu tempat yang dapat Anda kunjungi untuk membeli penganan ini adalah Kedai Extra Pedas Loempia Bom. Kedai ini terletak di Jalan Profesor DR. HR Boenyamin, Sumampir Wetan, Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara dan buka setiap hari, mulai dari jam 9 pagi hingga 9 malam.
2. Nopia
Nopia adalah makanan khas Purwokerto yang terbuat dari tepung terigu dan gula merah. Makanan ringan khas Purwokerto ini berwarna putih dan memiliki bentuk bulat serta besar.
Nopia dibuat dengan cara dibakar menggunakan arang sehingga menghasilkan aroma yang khas. Meskipun cukup mirip dengan bakpia, nopia memiliki kulit dengan tekstur yang lebih padat. Selain varian orisinal yang hanya berisi gula merah, saat ini terdapat nopia dengan berbagai pilihan isian seperti nanas, cokelat, pandan, dan durian.
3. Getuk Goreng
Getuk merupakan penganan berupa kue basah. Namun, Anda bisa menemukan penganan ini yang hadir dalam wujud getuk goreng di Purwokerto. Penganan yang satu ini sekarang menjadi makanan kering khas Purwokerto.
Seperti getuk pada umumnya, makanan ini dibuat dari bahan singkong yang dicampurkan dengan gula aren. Teksturnya sendiri renyah di bagian dan lumer dengan isian saat digigit. Saat ini, getuk goreng juga tersedia dalam berbagai varian isian lain selain gula aren seperti durian dan cokelat.
Adapun, salah satu tempat populer yang menjual makanan khas Purwokerto ini adalah Getuk Goreng Asli H.Tohirin 1 yang beralamat di Jalan Jend. Sudirman No.151, Dusun II, Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja. Anda bisa datang ke sini kapan saja karena tempat ini dibuka setiap hari, mulai dari jam 9 pagi hingga pukul 9 malam.
4. Sroto Sokaraja
Di Purwokerto, hidangan soto disebut dengan sroto yang populer di daerah Sokaraja. Hanya saja, yang membedakan sroto Sokaraja ini dari hidangan soto di daerah lainnya adalah penggunaan ketupat sebagai pengganti nasi. Selain ketupat, ada tauge, sohun, kuah kaldu, serta irisan daging ayam ataupun sapi pada semangkuk sroto Sokaraja.
Kuah pada makanan berat khas Purwokerto ini terbilang unik karena ada tambahan kacang di dalamnya. Sebagai pelengkap, ada kerupuk yang biasanya dicampurkan ke dalam kuah kaldu sroto Sokaraja untuk disantap.
Ada banyak tempat sebenarnya yang menjual sroto Sokaraja. Adapun, salah satu yang terpopuler adalah Rumah Makan Sroto di Jalan Bank, Pesayangan, Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat. Rumah Makan Sroto ini dibuka setiap hari, mulai dari jam 8 pagi sampai pukul 8.30 malam.
5. Kraca
Kraca merupakan makanan khas Purwokerto yang dibuat dari rempah-rempah dan siput laut. Pada umumnya, kraca ini disajikan dengan kuah pedas. Kraca ini biasanya dimasak dalam kurun waktu 4-5 jam hingga matang.
Selain pedas, kraca ini punya cita rasa gurih dan nikmat ketika disantap. Kraca bisa Anda dapatkan di penjual pinggir jalan Purwokerto yang umumnya muncul saat menjelang malam hari.
6. Kluban
Makanan khas Purwokerto yang satu ini memiliki tampilan serupa dengan salad. Kluban Purwokerto ini dibuat dari beragam jenis sayuran seperti bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, dan kangkung.
Hal yang membedakannya dari salad adalah karena kluban Purwokerto ini dimasak dengan cara direbus lalu dicampur bersama bumbu sambal serta parutan kelapa. Kluban Purwokerto ini dapat dimakan dimakan langsung atau bersama nasi sebagai lauk.
7. Klanting
Ini merupakan makanan ringan khas Purwokerto yang memakai bahan dasar ketela pohon dalam pembuatannya. Memiliki bentuk yang mirip dengan angka delapan, klanting Purwokerto ini punya tekstur yang gurih dan renyah.
Oleh sebab itu, makanan khas Purwokerto ini disukai banyak orang untuk disantap. Klanting Purwokerto ini biasanya dikemas dalam kemasan plastik sehingga lebih awet disimpan untuk dijadikan oleh-oleh.
8. Buntil
Buntil merupakan makanan khas Purwokerto yang merupakan olahan daun pepaya atau daun singkong dengan isian kelapa parut yang telah dibumbui. Sesuai namanya, olahan sayuran-sayuran ini dibentuk seperti buntelan yang diikat.
Buntil ini memakai kuah kental yang kaya akan santan dan mirip seperti kuah gulai. Cita rasa buntil ini segar dan pedas sehingga ideal disantap bersama dengan nasi hangat.
Itulah beberapa jajanan legendaris di Purwokerto yang menawarkan cita rasa khas menggugah selera. Selamat mencoba!