Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bangunan Majlis Taklim di Bogor Ambruk Saat Pengajian, Puluhan Jamaah Dilarikan ke Rumah Sakit

TEGAL — Suasana pengajian para ibu di sebuah majelis taklim di Gang Becek, Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, berubah menjadi duka.


Mengutip Radar Bogor, bangunan majelis taklim yang terletak di tepi jurang tersebut ambruk pada pagi hari Minggu, 7 September 2025.


Keluarga korban, Dhani, menjelaskan detik-detik saat kejadian ketika terdengar suara ambruk. Suara itu disertai dengan bangunan yang roboh ke bawah.


"Kejadiannya pagi hari ini. Bangunannya mirip dengan majelis, seperti masjid," ujarnya.


Menurut Dhani, jumlah jemaah yang hadir cukup banyak, mayoritas adalah ibu-ibu.


Ia tidak mengetahui jumlah orang secara pasti, tetapi diperkirakan lebih dari 50 orang.


Ia menambahkan, lokasi majelis tersebut berada dekat jurang. Ketika bangunan roboh, sebagian jemaah terjatuh ke bawah.


Polisi dan warga yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi. Para korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, menyebutkan ada 29 korban yang awalnya dibawa ke rumah sakitnya.


Dari jumlah tersebut, 28 dirawat di RSUD Kota Bogor dan satu pasien dirujuk ke PMI.


“Kami sudah melakukan assessment. Ada 3 orang dengan kondisi berat, yaitu cedera kepala, patah tulang, dan dugaan perdarahan di perut akibat tertimpa tembok beton. Ada 17 pasien dengan kondisi sedang, sisanya luka ringan,” kata Ilham.


Salah satu korban kritis adalah anak berusia 2,5 tahun yang mengalami cedera kepala berat.


“Masih menunggu asesmen tim bedah saraf, apakah dirawat di sini atau dirujuk ke rumah sakit lain,” jelasnya.


Selain balita, ada juga pasien berusia 15 tahun, sementara mayoritas korban berusia di atas 50 tahun.


“Yang paling penting bagi kami adalah menolong semuanya agar bisa selamat dan mendapat penanganan tepat. Semua pasien tidak akan dibebani biaya apapun,” tegas Ilham.