Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Alasan Tasya Farasya Minta Nafkah Rp100 ke Mantan Suami

tasya farasya

Jakarta — Baru-baru ini Tasya Farasya menjadi perbincangan publik kembali setelah dirinya meminta nafkah hanya sebesar seratus rupiah pada mantan suami.


Pasalnya kabar perpisahan Tasya Farasya dengan suaminya ini tentu menjadi kabar mengejutkan untuk publik, karena keduanya tampak romantis jika muncul di media sosial.


Angka nafkah yang diminta oleh Tasya Farasya ini tentu membuat publik terkejut, banyak warganet menanggapi hal ini dengan berbagai reaksi.


Nah berikut ini akan kami ulas secara lengkap mengenai perpisahan tasya farasya serta nafkah yang diminta pada mantan suaminya ini, yuk simka terus ulasannya dibawah ini.


Menurut kuasa hukumnya, tuntutan nafkah sebesar Rp100 ini bukanlah masalah materi, melainkan sebuah simbol yang mengandung makna mendalam. Ada dua fakta utama yang terungkap di balik tuntutan unik ini:

 

1. Tidak Pernah Diberi Nafkah Selama Menikah

Fakta yang paling mengejutkan adalah pengakuan tasya farasya bahwa selama tujuh tahun masa pernikahannya, ia tidak pernah mendapatkan nafkah lahir maupun batin yang layak dari suaminya. 


Mengingat ia adalah sosok yang mandiri secara finansial dan sukses dalam kariernya, tuntutan Rp100 ini diajukan sebagai bentuk penegasan bahwa masalahnya bukan kekurangan uang, melainkan masalah tanggung jawab dan moral dari pihak suami. 

2. Bentuk Tanggung Jawab Simbolis untuk Anak

Angka Rp100 ini diajukan sebagai bentuk tuntutan tanggung jawab mantan suami terhadap anak-anaknya secara simbolis.


Kuasa hukumnya menyatakan, jika nafkah yang hanya seratus rupiah ini pun tidak dapat dipenuhi, maka ini akan menjadi cerminan bagaimana tanggung jawab yang sebenarnya dijalankan. Ini adalah cara untuk menuntut pengakuan tanggung jawab, meskipun nominalnya sangat kecil.


Masalah Utama: Hilangnya Kepercayaan dan Dugaan Penggelapan

Tuntutan nafkah simbolis ini semakin diperkuat dengan terungkapnya alasan utama tasya farasya menggugat cerai. Masalah utama yang menjadi titik berat dalam gugatan ini adalah masalah kepercayaan dan adanya dugaan penggelapan dana perusahaan.


Kuasa hukumnnya menyebutkan bahwa cliennya ini sangat kecewa karena kepercayaan yang ia berikan, terutama dalam urusan finansial perusahaan, telah dikhianati. Isu ini jauh lebih besar daripada sekadar masalah nafkah, menunjukkan bahwa keretakan rumah tangga ini didasari oleh masalah integritas dan perselisihan yang terus-menerus.


Tasya Farasya yang dikenal tegar dan ceria, melalui kuasa hukumnya berharap bahwa proses perceraian ini bisa berjalan lancar. Ia memilih jalur hukum untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya yang disebut telah mengalami cerai secara agama sebelum gugatan resmi didaftarkan.


Intinya, tuntutan nafkah Rp100 yang diajukan oleh tasya farasya adalah sebuah pernyataan kuat tentang kemandiriannya dan rasa kecewanya terhadap kegagalan suami menjalankan tanggung jawab, yang puncaknya diperparah dengan dugaan masalah keuangan lain. Ini adalah cara elegan untuk menuntut keadilan dan tanggung jawab moral di tengah proses perpisahan yang sulit.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube