Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ada 21 Ormas Asing di Jateng, Sekda Ajak Ikut Bangun Daerah

Sekda Jateng Sumarno

SEMARANG — Sekda Jawa Tengah, Sumarno mengajak organisasi masyarakat (ormas) asing di Jawa Tengah ikut serta menjaga kondusivitas. Selain itu juga harus bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.


Ajakan tersebut ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Fasilitasi Tim Perizinan Ormas Asing serta Penguatan Tata Kelola dan Pemberdayaan Ormas Asing di Wilayah Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Novotel Semarang, Kamis (25/9/2025).


"Sebagaimana yang disampaikan Bapak Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, membangun Jawa Tengah membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak.


Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kami berharap ormas asing yang hadir di Jawa Tengah dapat ikut berkontribusi, baik dalam menjaga keamanan maupun mendukung pembangunan di berbagai sektor," ujar Sumarno.


Menurutnya, kolaborasi menjadi kata kunci dalam kepemimpinan Ahmad Luthfi–Taj Yasin.


Semua elemen masyarakat, baik ormas lokal maupun asing, memiliki peran penting untuk mendukung pembangunan daerah. Keberadaan ormas dinilai sebagai bentuk kepedulian atas berbagai persoalan yang dihadapi Jawa Tengah.


Hingga saat ini, terdapat 21 ormas asing yang tercatat aktif di Jawa Tengah. Sebagian besar hadir berangkat dari kepedulian untuk memberikan sumbangsih, terutama dalam bidang pendidikan, lingkungan, hingga kesehatan masyarakat.


"Banyak masalah di Jawa Tengah yang memunculkan kepedulian, sehingga muncul pula keinginan dari ormas asing untuk ikut terlibat memberikan solusi. Itu merupakan potensi yang harus kita dorong bersama," tambahnya.


Dalam kesempatan itu, Sumarno juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam RI) yang turut mendukung kegiatan ini.


Hadir mewakili Kemenko Polhukam, Asisten Deputi Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan Arudji Anwar.


Pertemuan tersebut juga diikuti perwakilan ormas asing dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng.


Arudji dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang dipilih sebagai lokasi rakor dengan ormas asing.

Alasannya, selain memiliki jumlah ormas asing terbanyak di Indonesia, Jawa Tengah juga dikenal memiliki keragaman demografi yang cukup tinggi.


Ia menegaskan, keberadaan ormas asing di Indonesia dijamin keberlangsungannya oleh pemerintah.


Namun demikian, tata kelola yang baik tetap diperlukan agar keberadaannya tidak menimbulkan persoalan.


Tata kelola tersebut, lanjut Arudji, mencakup aspek kepatuhan terhadap hukum, manfaat bagi demokrasi, serta kontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Ormas asing tidak hanya menjadi tamu di negara kita, melainkan mitra yang dapat memberikan nilai tambah.


Kami ingin kehadiran ormas asing mampu memperkuat kerja sama internasional, menumbuhkan rasa saling percaya, sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal," jelas Arudji.


Ia juga menekankan pentingnya ormas asing memiliki komitmen yang jelas terhadap Indonesia.


"Keberadaan ormas asing akan semakin bernilai jika kontribusinya menyentuh langsung masyarakat, baik melalui program pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, maupun kegiatan sosial lainnya.


Dengan begitu, kehadirannya dapat dirasakan nyata dan diterima dengan baik oleh masyarakat Jawa Tengah," imbuhnya.


Dengan adanya forum ini, pemerintah berharap ormas asing dapat semakin solid dalam kiprahnya, memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing,


serta menjadi mitra strategis dalam upaya mewujudkan pembangunan Jawa Tengah yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube