Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

6 Fakta Demo Tunjangan DPR, Siapkan Massa Lebih Besar?

TEGAL — 25 Agustus 2025 kemarin, masyarakat melakukan demo di DPR. Mereka melakukan unjuk rasa dan melakukan protes pada kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.


Demo di DPR yang dihadiri ratusan masyarakat, tentu menjadi sorotan publik khususnya di sosial media.


Berikut ini akan kami bahas lengkap fakta di balik aksi demo di DPR, yang sempat ricuh..


Fakta demo di DPR 25 Agustus 2025


1. Tunjangan Anggota DPR Menjadi Pemicu Utama


Salah satu isu utama yang memicu gelombang demo di dpr adalah kabar mengenai tunjangan perumahan anggota DPR yang disebut-sebut mencapai Rp50 juta per bulan.


Angka ini dianggap sangat besar dan ironis di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit. 


Meskipun pihak dewan mengklarifikasi bahwa tidak ada kenaikan gaji pokok dan tunjangan tersebut adalah pengganti rumah dinas, isu ini telanjur menjadi bahan bakar utama yang memantik kemarahan publik.


2. Aksi Dimotori Kelompok Revolusi Rakyat Indonesia


Seruan aksi demo di dpr ini beredar luas di media sosial dengan mengatasnamakan kelompok bernama "Revolusi Rakyat Indonesia".


Kelompok ini menyerukan tuntutan yang cukup ekstrem, termasuk desakan agar Presiden mengeluarkan dekrit untuk membubarkan DPR RI.


Namun, identitas dan penanggung jawab dari kelompok ini tidak jelas, sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan berbagai pihak.


3. Organisasi Buruh dan Mahasiswa Mayoritas Tidak Terlibat


Meskipun seruan demo di dpr ini mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh dan mahasiswa, organisasi-organisasi besar seperti Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menegaskan tidak terlibat dalam aksi ini. 


Tokoh-tokoh dari kedua organisasi tersebut bahkan melarang anggotanya untuk ikut serta, dengan alasan tidak jelasnya penggerak aksi dan potensi aksi yang bisa berujung anarki.


4. Demo Berujung Kericuhan dan Penangkapan

Di lapangan, suasana sempat memanas dan berujung ricuh. Massa aksi melemparkan batu dan botol air mineral ke arah aparat yang berjaga.


Polisi pun membalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan water cannon untuk membubarkan kerumunan. 


Beberapa orang, termasuk pelajar dan mahasiswa, ditangkap oleh polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan dimintai keterangan.


Kericuhan ini menyebabkan sejumlah fasilitas rusak, termasuk gerobak makanan yang terbalik dan satu unit motor yang dibakar.


5. Pelajar dan Aksi Simbolik


Massa yang terlibat tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga pelajar STM dan SMA yang terpantau ikut dalam unjuk rasa. Selain itu, aksi ini diwarnai dengan simbol-simbol perlawanan. 


Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan bendera Jolly Roger yang identik dengan serial One Piece, yang dipasang di gerbang DPR. Hal ini menunjukkan kreativitas dalam menyampaikan pesan protes.


6. Dampak Lalu Lintas dan Fasilitas Publik


Akibat kericuhan, sejumlah ruas jalan di sekitar Gedung DPR/MPR RI ditutup, seperti Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gerbang Pemuda. Lalu lintas menjadi macet total dan beberapa rute bus Transjakarta terpaksa dialihkan.


Bahkan, beberapa orang dari massa aksi sempat masuk ke dalam jalur tol dalam kota. Kondisi ini membuat aktivitas warga di sekitar area tersebut terhambat.


Demo di dpr ini tentu menjadi sorotan karena tuntutan yang diusung dan dinamika di lapangan yang berujung ricuh. Meskipun tidak didukung oleh organisasi buruh dan mahasiswa besar, aksi ini tetap menunjukkan adanya kegelisahan di tengah masyarakat.


Utamanya terkait isu tunjangan anggota dewan yang dianggap tidak berempati terhadap kondisi rakyat.