TEGAL — Merawat wajah sensitif tentu suatu hal yang cukup sulit, karena anda harus pandai memilih berbagai kandungan produk yang akan dipakai.
Karena jika anda salah dalam merawat wajah sensitif maka bisa saja menimbulkan kemerahan, gatal, hingga jerawat.
Maka dari itu sangat penting mengetahui beberapa hal dalam merawat wajah sensitif dengan benar.
Nah berikut ini akan kami jelaskan tips merawat wajah sensitif dengan tepat, simak terus ulasannya dibawah ini.
Tips Merawat Wajah Sensitif :
1. Pembersihan yang Sangat Lembut (Cleansing)
Mencuci wajah adalah langkah awal merawat wajah sensitif, tapi seringkali menjadi pemicu iritasi.
Pilih pembersih yang tepat: Cari produk dengan label "soap-free," "fragrance-free," "hypoallergenic," atau "for sensitive skin." Tekstur milky, lotion, atau gel ringan biasanya lebih aman.
Hindari air panas: Air yang terlalu panas bisa menghilangkan minyak alami kulit dan menyebabkan iritasi. Gunakan air bersuhu ruangan atau suam-suam kuku.
Jangan digosok: Saat mencuci wajah, gunakan ujung jari Anda dan pijat lembut dengan gerakan melingkar. Hindari menggosok wajah dengan kasar.
Batasi mencuci wajah: Cukup dua kali sehari (pagi dan malam) dan setelah berkeringat. Mencuci terlalu sering bisa mengganggu skin barrier.
2. Menghidrasi dan Menenangkan (Moisturizing)
Pelembap adalah sahabat terbaik kulit sensitif. Fungsinya untuk mengunci kelembapan dan memperbaiki skin barrier.
Pilih pelembap yang kaya: Cari kandungan seperti ceramide, hyaluronic acid, glycerin, atau niacinamide. Ceramide sangat penting karena membantu membangun kembali lapisan pelindung kulit.
Aplikasikan segera: Segera gunakan pelembap setelah wajah setengah kering (sehabis mandi/cuci muka) untuk mengunci air di kulit.
Hindari bahan yang memicu: Jauhi pelembap yang mengandung alkohol, pewangi, atau essential oil yang berpotensi iritasi.
3. Perlindungan Matahari Wajib (Sunscreen)
Kulit sensitif sangat rentan terhadap kerusakan akibat sinar UV, yang bisa memicu kemerahan dan flare-up.
Pilih sunscreen jenis Fisik (Physical Sunscreen): Cari yang berbahan aktif Zinc Oxide dan/atau Titanium Dioxide. Jenis ini bekerja dengan cara memantulkan sinar UV dan cenderung lebih lembut di kulit sensitif daripada chemical sunscreen.
Gunakan setiap hari: Aplikasikan setiap pagi, meski cuaca mendung atau Anda hanya di dalam rumah. Ulangi setiap 2–3 jam jika Anda banyak berkeringat atau berada di luar ruangan.
4. Selektif Memilih Produk Baru (Patch Test)
Jangan langsung menggunakan produk baru di seluruh wajah. Kulit yang sensitif membutuhkan uji coba!
Lakukan Patch Test: Oleskan sedikit produk di area kecil dan tersembunyi, misalnya belakang telinga atau di sisi rahang.
Amati reaksinya: Tunggu selama 24–48 jam. Jika tidak ada reaksi gatal, merah, atau panas, produk tersebut relatif aman untuk dicoba di wajah Anda.
5. Sederhanakan Rutinitas (Less is More)
Sering kali, masalah pada kulit sensitif muncul karena terlalu banyak menggunakan produk.
Pertahankan rutinitas minimalis: Cukup fokus pada 3 langkah utama: Pembersih, Pelembap, dan Tabir Surya.
Hati-hati dengan bahan aktif: Hindari penggunaan exfoliating asam (AHA/BHA), retinoid, atau Vitamin C dosis tinggi di awal. Jika ingin menggunakannya, mulai dengan dosis sangat rendah, jarang-jarang (misalnya seminggu sekali), dan konsultasikan dengan dokter kulit.
Tunggu dulu: Jangan memperkenalkan terlalu banyak produk baru sekaligus. Untuk merawat wajah sensitif perlu memberi jeda minimal satu bulan antara produk baru agar Anda tahu produk mana yang cocok dan mana yang menimbulkan masalah.
Dengan mengikuti tips merawat wajah sensitif yang ada di atas, Anda bisa menjaga wajah sensitif tetap tenang, terawat, dan bebas dari iritasi.