Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

40 Taruna Polisi dari 10 Negara Belajar Batik di Semarang, Kagumi Warisan Budaya Indonesia

4Sebanyak 40 Taruna dari 10 Negara peserta Pasfa mengikuti pelatihan membatin di Kampung Batik Semarang. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Sebanyak 40 peserta taruna polisi dari 10 negara belajar batik dalam kegiatan cultural visit atau kunjungan budaya di Kampung Batik Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Police Academy Student Festival Asia (PASFA) 2025 yang tahun ini diselenggarakan oleh Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang sebagai tuan rumah.


Ketua Panitia PASFA 2025 yang juga Direktur Akademi Kepolisian, Kombes Pol Dr. Eko Srianto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pertukaran budaya antarnegara peserta.


“Kami mengajak para taruna dari sepuluh negara untuk mengenal langsung tradisi membatik yang merupakan warisan asli Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah dan Kota Semarang,” ujarnya Kamis 13 Novembet 2025.


Menurut Eko, PASFA merupakan ajang tahunan bagi para taruna polisi dari berbagai negara untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tahun ini, sebanyak 40 peserta dari Malaysia, Filipina, Laos, Vietnam, Thailand, Indonesia, Korea Selatan, dan Mongolia ambil bagian dalam kegiatan tersebut.


Selain kunjungan budaya, peserta PASFA juga mengikuti International Undergraduate Conference on Policy (IUCOP), sebuah ajang kompetisi karya ilmiah internasional. Dalam kegiatan tersebut, Akpol berhasil meraih juara pertama Academic Excellence Award.


Eko menambahkan, kunjungan ke Kampung Batik Semarang menjadi momen penting bagi peserta untuk memahami nilai budaya dan filosofi batik sebagai identitas bangsa Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik adalah warisan dunia yang berasal dari Indonesia. Bahkan peserta dari negara lain, seperti Malaysia, dapat melihat langsung bahwa sumber batik memang dari sini,” jelasnya.


Salah satu peserta dari Filipina, Cadet Second Class Fernandez dari Philippine Public Safety College, mengaku kagum dengan keindahan batik Semarang.


“Ini pertama kalinya saya datang ke Kampung Batik Semarang. Saya terkesan karena batik tidak hanya indah tetapi juga menggambarkan budaya Indonesia. Setiap daerah punya pola yang berbeda dan Semarang memiliki motif khasnya sendiri,” tuturnya.


Fernandez menilai masyarakat Semarang sangat ramah dan komunikatif. “Selama di sini saya tidak menemui kesulitan, para taruna dan petugas Indonesia sangat membantu. Makanan di sini juga enak,” tambahnya.


Ia juga menyebut bahwa di Filipina tidak ada budaya membatik, namun memiliki tradisi menenun kain seperti Malong yang juga memiliki pola khas dari tiap etnis.


Setelah kegiatan di Kampung Batik, para peserta PASFA 2025 melanjutkan kunjungan budaya ke Kota Lama Semarang dan Kelenteng Sam Poo Kong sebagai bagian dari agenda pertukaran budaya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube