PATI — Kerja Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati terkait pemakzulan Bupati Pati Sudewo memasuki tahap akhir. Hasil kinerja Pansus selama 60 hari ini, bakal dipaparkan melalui Sidang Paripurna DPRD hari ini, Jumat 31 Oktober 2025.
Sidang paripurna di Gedung DPRD Pati diprediksi bakal berlangsung panas. Ribuan massa dari kubu pro dan pemakzulan Bupati Pati diperkirakan akan mengikuti langsung sidang terbuka tersebut.
Tak ingin tragedi kericuhan yang meletus saat aksi demo pemakzulan Bupati Pati pada 13 Agustus 2025 lalu terulang, aparat Polresta Pati mengantisipasi pengamanan super maksimal.
Sehari sebelum Sidang Paripurna DPRD Pati digelar, aparat Polresta Pati menggelar apel pasukan bantuan kendali operasi (BKO) Dit Samapta, Brimob, dan Polres jajaran Polda Jateng.
Agenda gelar pasukan bertempat di Lapangan Kompi Brimob Pati, Kamis 30 Oktober 2025 pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Apel dipimpin Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi dan dihadiri unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Damkar, serta seluruh elemen pengamanan. Ribuan personel gabungan disiagakan untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Kapolresta Pati mengapresiasi seluruh personel keamanan yang bertugas. Pihaknya berharap tugas ini dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis.
Menurut Kombes Jaka Wahyudi, sebanyak 3.379 personel gabungan TNI–Polri dikerahkan mengamankan jalannya sidang.
Pasukan ditempatkan di titik-titik strategis, seperti kawasan DPRD, alun-alun, dan sejumlah area yang berpotensi menjadi konsentrasi massa.
“Jumlah personel kami sesuaikan dengan potensi jumlah massa dari kedua kubu yang akan hadir. Namun pendekatan yang kami kedepankan tetap humanis dan tidak represif,” tegasnya.
Pihak Polresta juga telah berkoordinasi dengan pimpinan DPRD dan pemerintah daerah untuk mengatur skema keamanan, termasuk pemisahan titik kumpul antara massa pro dan kontra.
“Massa pro akan berada di sisi selatan DPRD, sementara massa kontra di sisi utara. Pemisahan ini penting agar suasana tetap kondusif,” jelas Kapolresta.
Tak hanya itu, lokasi DPRD Pati juga akan disterilisasi dan dijaga ketat. Semua massa discreening di titik penyekatan.
Kapolresta mengingatkan agar seluruh personel tetap waspada terhadap potensi provokasi.
“Kita harus jeli membaca situasi dan tidak mudah terpancing. Sekecil apa pun kesalahan bisa berdampak besar dan viral di masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu liar.
“Kami bersama masyarakat adalah saudara. Mari jaga kedewasaan, jangan sampai ada yang terhasut melakukan tindakan anarkis,” pesannya.
Polresta Pati, lanjut Jaka, tidak melakukan sweeping, melainkan patroli preventif untuk memastikan keamanan tetap terjaga.
“Kami ingin Pati tetap damai, aman, dan kondusif. Semoga sidang paripurna berjalan lancar dan tertib,” pungkas Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Cegah Pelajar Ikut Unjuk Rasa,
Di hari yang sama dan di tempat berbeda, Polsek Tayu Polresta Pati melakukan kegiatan cooling system ke sekolah-sekolah. Langkah ini untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa.
Kegiatan ini digelar di SMA Negeri Tayu, Desa Jepatlor, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Kamis (30/10) mulai pukul 08.00 WIB.
Langkah preventif tersebut menyasar para pelajar SMA dan MA di wilayah Kecamatan Tayu.
Petugas memberikan pemahaman terkait potensi risiko hukum dan sosial, apabila pelajar ikut aksi unjuk rasa tanpa pengawasan serta tanpa izin resmi dari pihak sekolah maupun keluarga.
Kanit Binmas Polsek Tayu Aiptu Suwaji bersama Bhabinkamtibmas Bripka Dhoni Hermawan, memimpin sosialisasi. Keduanya mengingatkan para siswa agar lebih fokus pada kegiatan belajar dan tidak terprovokasi ajakan pihak tertentu yang dapat merugikan masa depan mereka.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto menyatakan langkah pencegahan ini penting untuk menjaga kondusifitas wilayah.
“Kami tidak ingin ada pelajar yang terseret dalam aksi yang dapat berujung pada tindakan melanggar hukum,” ujar AKP Aris.
AKP Aris menegaskan, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis kepada generasi muda.
“Pelajar adalah aset bangsa. Mereka harus diarahkan untuk berprestasi, bukan terjebak dalam kegiatan yang tidak berdampak positif,” kata dia.
Dalam kegiatan tersebut, polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan para pelajar pulang langsung setelah kegiatan belajar.
“Sinergi dengan pihak sekolah sangat penting agar pengawasan terhadap siswa berjalan optimal,” ucap AKP Aris.
Menurut AKP Aris, pihaknya akan terus melakukan kegiatan serupa di berbagai sekolah.
“Ini bukan sekadar imbauan, tetapi bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta membangun kedisiplinan pada kalangan pelajar,” ungkapnya.