Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

5 Mitos vs Fakta Kulit Berminyak yang Sering Jadi Perbincangan

BERMINYAJ - 5 mitos vs fakta seputar kulit berminyak. (freepik)

TEGAL — Artikel ini mengulas 5 mitos vs fakta kulit berminyak yang masih sering jadi pembicaraan beberapa kalangan. Bahkan, tanpa sadar masih sering dilakukan khususnya kaum pemula yang baru belajar seputar perawatan wajah.


Mitos vs fakta seputar kulit berminyak ini wajib Anda tahu, agar tidak melakukan kesalahan dalam perawatan sehari-hari. Apalagi jenis kulit ini paling sering memicu masalah jerawat membandel.


Sejumlah mitos vs fakta tentang kulit berminyak ini pasti beberapanya akrab dalam keseharian Anda. Bahkan mungkin Anda juga mempercayai salah satu mitosnya.


Maka dari itu simak dulu mitos vs fakta kulit berminyak yang sering terdengar. Mulai dari pembersihan wajahnya, hingga kebiasaan gaya hidup.


5 mitos vs fakta kulit berminyak


Tentu, saya akan menyajikan informasi mengenai mitos vs fakta kulit berminyak dalam bentuk daftar yang mudah dibaca, tanpa menggunakan tabel.


1. Mitos kulit berminyak tidak memerlukan pelembab (moisturizer)


Untuk mitos satu ini seringkali terdengar dan bahkan dilakukan oleh beberapa orang. Faktanya, jika tidak menggunakan pelembab, kulit akan jadi dehidrasi dan sebagai respons, kelenjar minyak (sebasea) akan memproduksi lebih banyak sebum untuk membuat kulit tetap lembab.


Penting segera gunakan pelembab tiap usai cuci muka dan eksfoliasi. Selalu gunakan pelembab berlabel oil-free atau berbasis gel atau air.


2. Mitos cuci wajah keras bisa menghilangkan minyak


Mitos vs fakta kulit berminyak berikutnya soal mencuci muka yang keras, konon akan menghilangkan menghilangkan minyak berlebih. Padahal, mencuci wajah sering-sering dan menggunakan produk keras atau menggosok keras, akan menghilangkan minyak alaminya.


Ini yang membuat kulit untuk memproduksi minyak berlebihan dan bisa menyebabkan iritasi. Cukup cuci wajah maksimal dua kali sehari dengan pembersih lembut.


3. Mitos makanan tinggi lemak pemicu minyak berlebih

Katanya, kulit berminyak disebabkan oleh makanan tinggi lemak seperti gorengan atau cokelat. Padahal, kulit berminyak penyebab utamanya yaitu genetik dan hormon.


Memang makanan bisa mempengaruhi kesehatan kulit secara menyeluruh, namun makanan berlemak bukanlah satu-satunya atau penyebab utama kulit berminyak.


4. Mitos tidak perlu menggunakan tabir surya


Mitos vs fakta kulit berminyak yang satu ini cukup sering juga terdengar. Konon, produk tabir surya hanya akan membuat kulit semakin mengkilap dan menyumbat pori.


Justru, disini letak kesalahan yang sangat fatal untuk kulit. Perlu Anda tahu, paparan sinar UV bisa jadi penyebab utama kerusakan kulit, yang termasuk juga memicu produksi minyak berlebih.


Pastikan Anda menggunakan tabir surya SPF 30 yang khusus untuk oil-free dan non-comedogenic. Jangan pernah skip tabir surya di pagi-sore hari dan rajin aplikasikan ulang tiap 2-3 jam sekali.


5. Kulit berminyak harus eksfoliasi tiap hari


Kesalahan perawatan kulit berminyak satu ini cukup berisiko. Eksfoliasi idealnya dilakukan malam hari saja, tiap 1-2 kali seminggu.


Eksfoliasi yang terlalu sering bisa merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), menyebabkan iritasi, kemerahan, dan memicu kulit untuk memproduksi minyak semakin banyak. Eksfoliasi ini sangat penting dilakukan untuk tipe kulit apapun.


Namun, mulailah dengan produk eksfoliasi yang kandungan AHA/BHA rendah dulu. Bisa juga gunakan scrub yang butirannya tidak begitu kasar. 


Demikian 5 mitos vs fakta seputar kulit berminyak yang sering jadi perbincangan. Kira-kira Anda pernah dengar yang mana?

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube