SOLO — Ribuan warga Kota Solo yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat mendeklarasikan gerakan damai bertajuk #JOGLOSUKUN (Jogo Solo Supoyo Rukun) pada Minggu 21 Seotember 2025 pagi di kawasan Museum Radya Pustaka, Laweyan.
Aksi ini digelar sebagai respon atas kerusuhan yang terjadi pada 29 Agustus lalu, yang menyebabkan kerugian miliaran rupiah dan membakar gedung Setwan DPRD Surakarta.
Penyelenggara kegiatan, DR. BRM Kusumo Putro SH, MH, menegaskan deklarasi ini lahir dari keprihatinan warga Solo terhadap rusaknya fasilitas umum akibat ulah kelompok tidak bertanggung jawab.
“Deklarasi ini adalah wujud tekad bersama agar Solo tetap aman, nyaman, dan kondusif. Jangan sampai peristiwa memilukan itu terulang kembali,” ujarnya.
Dalam aksi damai tersebut, panitia membagikan 10.000 stiker bertuliskan
“Solo Damai Solo Aman #JOGLOSUKUN” kepada pengunjung car free day di Jalan Slamet Riyadi serta pelaku usaha kecil seperti pedagang warung dan tukang becak. Target total pemasangan stiker mencapai 25.000 di berbagai titik strategis.
Ketua Pelaksana, Wisnu Tri Pamungkas, menegaskan, aksi anarkis yang terjadi bukan mencerminkan karakter warga Solo. Ia mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang berhasil menangkap para pelaku.
“Orang Solo selalu mengedepankan perasaan dan nilai-nilai kearifan lokal. Perusakan bukanlah jati diri warga Solo,” tegasnya.
Deklarasi ditutup dengan ikrar bersama menolak segala bentuk kekerasan, menjaga kerukunan, dan melestarikan seni budaya lokal.
Dukungan pun mengalir dari masyarakat. Salah satunya Rachmad (51), warga Penumping, yang menilai gerakan ini penting untuk mempertegas kebersamaan.
“Saya setuju dengan #JOGLOSUKUN. Mari kita rawat Kota Solo agar tetap damai dan nyaman untuk semua,” katanya.