SURAKARTA — Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Minggu 28 September 2025.
Pertemuan yang berlangsung tertutup sekitar satu jam ini digelar dua hari setelah Kaesang Pangarep resmi dilantik sebagai Ketua Umum PSI.
“Pertemuan ini hanya untuk melepas kangen sekaligus memastikan beliau dalam keadaan sehat,” ujar Ahmad Ali usai pertemuan.
Ali menegaskan, PSI berada di barisan partai yang mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menekankan, kader PSI tidak boleh menjadi beban, melainkan harus hadir membantu pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
“PSI harus mendukung program-program pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami ingin memastikan kehadiran kader PSI justru menjadi solusi, bukan masalah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ali menyampaikan komitmen PSI bersama partai-partai koalisi untuk merealisasikan janji-janji kampanye Pilpres 2024.
Menurutnya, tantangan eksternal maupun internal yang dihadapi Indonesia saat ini hanya bisa diselesaikan lewat kerja kolektif seluruh elemen koalisi.
“Tantangan bangsa ini berat. Karena itu, janji politik harus kita wujudkan bersama-sama demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Terkait spekulasi, kunjungannya sekaligus membicarakan kemungkinan Jokowi didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, Ali membantah.
Ia menegaskan kedatangannya lebih pada laporan usai pelantikan Kaesang dan meminta arahan dari Jokowi.
“Tidak ada pembahasan soal itu (Ketua Dewan Pembina). Kehadiran saya hanya untuk melaporkan perkembangan terbaru pasca pelantikan,” jelasnya.
Ia juga masih merahasiakan sosok berinisial “J” yang disebut-sebut bakal menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. “Inisial J memang sengaja kami sebut begitu karena ada kejutan lain yang akan disampaikan nanti,” tutupnya.