Komitmen mencetak advokat berkualitas terus diperkuat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Solo dengan menggelar Ujian Profesi Advokat (UPA), Minggu 22 Juni 2025 lalu.
Sebanyak 53 peserta dari berbagai daerah di eks Karesidenan Surakarta mengikuti ujian sebagai syarat wajib untuk menjadi advokat resmi.
UPA dilaksanakan serentak secara nasional dan diawasi langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Peradi bersama lembaga independen.
Wakil Ketua DPP Peradi Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Hendra Dinata, memastikan proses ujian berjalan objektif dan bebas dari praktik KKN.
“Ujian ini bukan sekadar formalitas. Kami pastikan berjalan profesional, bersih, dan transparan,” ujar Hendra, Sabtu 28 Juni 2025.
Hendra menyebut, secara nasional ada 3.992 peserta yang mengikuti ujian. Di Solo, peserta berasal dari wilayah Karanganyar, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, hingga Klaten. Ujian terbagi dalam dua sesi, yakni pilihan ganda dan esai hukum.
Syarat mengikuti UPA cukup ketat. Selain bergelar sarjana hukum minimal dua tahun, peserta harus menyelesaikan magang di kantor hukum anggota Peradi selama dua tahun.
“Setelah lulus, mereka wajib mengikuti pengambilan sumpah di Pengadilan Tinggi. Itu momen awal tanggung jawab moral sebagai penegak hukum,” imbuh Hendra.
Ketua DPC Peradi Solo, Zainal Abidin, menegaskan ujian ini menjadi gerbang awal seleksi kualitas. Peradi, lanjutnya, juga akan mendampingi para advokat muda agar matang dan profesional.
“Lulus UPA bukan akhir, justru awal perjuangan menjadi advokat yang tangguh dan berintegritas,” kata Zainal.
Koordinator Wilayah Peradi Jateng, M. Badrus Zaman, menambahkan UPA digelar serentak di sejumlah kota di Jateng, seperti Cilacap, Semarang, Purwokerto, dan Magelang.
“Ini kewajiban organisasi untuk memastikan kualitas advokat tetap terjaga. Kami juga siapkan pelatihan lanjutan agar mereka siap terjun menghadapi praktik hukum yang kompleks,” ujarnya.
Dengan standar tinggi dan pembinaan berkelanjutan, Peradi Solo optimistis akan melahirkan generasi advokat yang tidak hanya kompeten, tapi juga berintegritas tinggi dalam menegakkan keadilan.