Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ingin Jogja Bebas Sampah, Warga Serentak Bersihkan Tiga Sungai Besar

SAMPAH - Ribuan warga Yogyakarta bahu membahu membersihkan tiga sungai besar serentak
Minggu 6 Juli 2025
untuk mewujudkan Kota Jogja bebas Sampah. (Anam/ disway Jogja)

YOGYAKARTA — Warga Kota Yogyakarta menggelar aksi bersih-bersih sungai serentak di 45 titik. Bersih sungai-sungai besar yang membelah Kota Yogyakarta, Minggu 6 Juli 2025, bertujuan untuk mewujudkan Kota Jogja bebas sampah.


Sejumlah komponen masyarakat terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih sungai tersebut. Di antaranya karyawan Pemkot Yogyakarta, unsur TNI/Polri, satgas sungai, ulu-ulu, penggerobak, relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB), hingga forum bank sampah. 


Aksi mewujudkan Kota Jogja bebas sampah itu dilakukan di tiga sungai besar yang membelah kota, antara lain Sungai Code, Gajahwong, dan Winongo. 


Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo memimpin langsung aksi bersih-bersih tersebut. Hasto ikut terjun langsung ke dalam aliran sungai untuk membersihkan sampah, sebagai wujud komitmen Kota Jogja bebas sampah. 


Agar tetap sesuai arahannya, pihaknya juga memantau langsung di seluruh titik lokasi aksi tersebut melalui sambungan video call. Hasto pun memberikan semangat dan apresiasi kepada seluruh peserta.


Hasto mengatakan dalam bersih-bersih sungai ini banyak ditemukan sampah anorganik seperti bungkus plastik, kardus bekas, serta sampah residu seperti popok bayi dan pembalut. 


Sampah hasil aksi ini lantas dimasukkan ke dalam kantong plastik atau trashbag. Kemudian kantong plastik tersebut akan dibawa oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya ke Unit Pengelolaan Sampah (UPS). 


"Kami memaksimalkan delapan unit mesin insinerator pada UPS milik Pemkot Yogyakarta," ujar Hasto.


Hasto menekankan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan dalam pengelolaan sampah, terutama dalam membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah dari sumbernya.

"Yang terpenting adalah mengubah perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Karena masalah kebersihan lingkungan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan warga secara umum," katanya seperti yang dikutip dari disway jogja. 


Hasto berharap dengan aksi bersih sungai ini dapat menggugah kesadaran semua pihak agar tidak membuang sampahnya sembarangan terumata membuang sampahnya ke sungai.


"Kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat berdampak buruk terhadap berbagai hal. Kebiasaan buruk ini harus dihilangkan," tutur Hasto. 


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya, Agus Tri Haryono, menjelaskan pihaknya akan memasang sembilan trash barrier di sepanjang tahun 2025 untuk mendukung sungai di Kota Yogyakarta bebas dari sampah.


"Pada anggaran murni 2025 kami telah memangsangkan empat trash barrier yakni dua di Sungai Code dan dua di Sungai Winongo. Sementara pada anggaran perubahan juga akan ditambah tiga trash barrier di Sungai Gajahwong, dan masing-maaing satu unit di Sungai Code dan Sungai Winongo satu unit. Jadi totalnya sembilan trash barrier," terangnya. 


Meski begitu Agus tetap mendorong peran aktif dari masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci sukses Kota Yogya bebas dari sampah. 


Acara besih-bersih sungai serentak ini dimulai pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB. Aksi ini juga menjadi rangkaian Hari Lingkungan Hidup yang dilaksanakan Pemkot Yogyakarta.


Ribuan peserta ini tampak kompak dan penuh semangat turun langsung ke bantaran sungai. Dengan mengenakan perlengkapan kerja bakti seperti sepatu boot, sarung tangan, dan alat pembersih, mereka secara bergotong-royong membersihkan tumpukan sampah, ranting pohon yang mengendap di dasar sungai.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube