SRAGEN —
Hari Rabu, 18 Juni 2025, menjadi salah satu momen menegangkan bagi calon siswa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tingkat SMA.
Lantaran hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran, kuota seluruh SMAN sudah penuh. Jika tidak beruntung, calon siswa SPMB tingkat SMA bisa terlempar ke sekolah swasta.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sragen, Sukarno menjelaskan, pelaksanaan SPMB tingkat SMA tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. ”Insyaallah aman, tidak ada masalah,” ujarnya.
Sukarno menjelaskan, petunjuk teknis (juknis) dan sistem sepenuhnya menjadi tanggung jawab dinas induk. Sehingga sekolah hanya perlu melaksanakannya.
”Setiap hari kami berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti panitia, dan laporan disampaikan setiap hari,” ujar Sukarno.
Dia menambahkan, jika ada pertanyaan dari masyarakat, sebagian besar dapat diselesaikan oleh panitia di tingkat satuan pendidikan. Namun, jika diperlukan komunikasi lebih lanjut, koordinasi cepat dengan pihak terkait akan dilakukan.
Hingga kemarin, kuota di sebagian besar sekolah negeri rata-rata sudah terpenuhi. Bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, terdapat opsi sekolah mitra atau sekolah swasta yang mendapatkan alokasi satu rombongan belajar. Dua sekolah mitra yang ditunjuk adalah SMA Muhammadiyah 1 Sragen dan SMK Citra Medika.
”Jika ada siswa yang terlempar dari kuota pada detik-detik akhir, selama memenuhi standar syarat, mereka bisa mempertimbangkan di sekolah mitra/swasta,” jelas Sukarno.
Setelah hari terakhir pendaftaran, tahapan berikutnya adalah pengumuman dan registrasi. Mengenai kemungkinan siswa yang tidak melakukan daftar ulang, Sukarno menyebutkan bahwa berdasarkan pengalaman tahun lalu, ada kemungkinan pengisian cadangan.
Hal ini bisa terjadi jika siswa mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah lain. Selama proses pendaftaran, Sukarno memastikan tidak ada sistem error yang terpantau. ”Semoga lancar sampai akhir nanti,” tandasnya.