Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Dirut Bulog Pastikan Beras SPHP Tak Mudah Rusak dan Tepat Sasaran

LAYAK - Bulog memastikan masyarakat menerima beras yang tidak hanya terjangkau
tapi juga layak konsumsi dan dikemas dengan baik. (ali/ disway jateng)

Direktur Utama (Dirut) Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). 


Dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Kartasura, Sukoharjo, Minggu 13 Juli 2025, Rizal bahkan secara simbolis menjatuhkan kemasan beras SPHP ke lantai untuk menunjukkan ketahanan dan kualitas kemasannya.


“Kami ingin memastikan masyarakat menerima beras yang tidak hanya terjangkau, tapi juga layak konsumsi dan dikemas dengan baik. Ini tidak sobek, tidak pecah,” tegas Rizal usai melakukan aksi tersebut.


Rizal menyebut, pemerintah bertanggung jawab penuh atas mutu beras SPHP, baik dari sisi isi maupun kemasan. Karena itu, ia mengingatkan distribusi harus dilakukan secara akuntabel dan tepat sasaran.


Guna mencegah penyimpangan, pembelian beras SPHP oleh masyarakat dibatasi maksimal dua kantong (10 kilogram) per orang. Setiap pengecer wajib terdaftar dalam sistem Klik SPHP, aplikasi pemantauan daring yang dikembangkan untuk menjamin transparansi jalur distribusi.


“Kita pastikan distribusi beras ini dikawal dengan sistem. Semua pihak, mulai dari pedagang hingga pembeli, terhubung melalui aplikasi. Tidak bisa sembarang distribusi,” jelas Rizal.


Ia menyebut harga SPHP juga sudah ditetapkan, yakni Rp12.500 per kilogram, atau Rp62.500 untuk satu kemasan 5 kilogram.

Untuk menjamin keamanan distribusi, pemerintah menggandeng Satgas Pangan, TNI/Polri, serta perangkat pengawasan pasar. Rizal menyatakan siap menindak tegas pelaku pengoplosan atau praktik curang lainnya.


“Beras ini tidak boleh dioplos, tidak boleh dijual melebihi harga, apalagi dialihkan ke saluran yang tidak semestinya. Kalau ada pelanggaran, kami tindak hukum, bahkan bisa pidana,” ujarnya tegas.


Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan pemerintah telah menyiapkan 1,3 juta ton beras SPHP secara nasional untuk semester kedua 2025. Jawa Tengah mendapat alokasi 158.000 ton, dengan 39.000 ton khusus untuk Solo Raya.


Di samping itu, bantuan pangan reguler untuk 18 juta lebih keluarga penerima manfaat (KPM) juga tetap berjalan, termasuk 9.600 ton untuk Solo Raya.


“SPHP dan bantuan pangan adalah dua strategi utama pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga beras,” ujar Arief.


Arief juga menambahkan, Bulog akan tetap menyerap gabah dari petani dengan harga minimum Rp6.500 per kilogram demi melindungi pendapatan petani selama musim panen rendah di semester kedua.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube