Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Cuaca Panas Ekstrem, Dua Water Canon Semprot Jalan Slamet Riyadi Solo

SEMPROT - Mobil water canon Polresta Surakarta menyemprotkan air di sepanjang Jalan Slamet Riyadi
untuk mendinginkan cuaca panas ekstrem di Kota Solo. (ali kojek/diswayjateng.com)

SURAKARTA — Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Solo dalam beberapa hari terakhir benar-benar membuat warga merasa kepanasan. 


Suhu yang menembus hampir 40 derajat Celsius membuat banyak orang memilih berdiam diri di dalam ruangan. Sementara sebagian lainnya meluapkan keluhan dengan cara yang unik, lewat kolom komentar media sosial Polresta Solo.


Salah satu komentar kocak datang dari akun Instagram @wira.mavendraharjuna2021, yang menulis,


“Pak Kapolres, Solo bagian cidro panase ora umum iki (?) koyone neroko bocor sitik ndaan, tulung omahku disemprot water canon ndaan… eling lho ndan, water canon dudu gas air mata.”


Candaan itu rupanya mendapat tanggapan serius dari jajaran Polresta Solo. Siang tadi, dua unit mobil water canon dikerahkan untuk melakukan penyemprotan air di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, ikon utama Kota Bengawan.


“Iya, tadi siang memang dilakukan penyemprotan di beberapa titik,” ujar Kasat Samapta Polresta Solo, Kompol Edi Sukamto, saat dikonfirmasi Rabu 15 Oktober 2025.


Aksi penyemprotan ini langsung menyita perhatian warga. Sejumlah pengguna jalan tampak merekam momen “siraman massal” itu, dan mengunggahnya di media sosial dengan beragam komentar lucu.


Tak sedikit yang menyebut langkah Polresta Solo itu sebagai bentuk “layanan pendinginan publik”.

Sementara itu, BMKG Ahmad Yani Semarang menjelaskan, panas ekstrem yang dirasakan masyarakat Solo merupakan fenomena tahunan yang terjadi setiap Oktober.


“Gerak semu matahari pada bulan September berada di atas khatulistiwa dan bergerak ke selatan. Jadi pada Oktober, posisi matahari tepat di atas Pulau Jawa,” terang Prakirawan BMKG Farita Rachmawati.


Ia menambahkan, suhu udara yang tinggi ini juga dipengaruhi peralihan musim dari kemarau ke penghujan.


“Beberapa wilayah di Jawa Tengah, termasuk Solo Raya, sudah mulai memasuki musim hujan. Itu sebabnya pagi dan siang terasa sangat panas, tapi sore atau malam hari sering turun hujan,” jelasnya.


Dibandingkan wilayah pesisir seperti Semarang, suhu panas di Solo sebenarnya masih sedikit lebih rendah. Namun karena kelembaban udara yang tinggi, hawa gerah terasa lebih menyengat.


Meskipun demikian, warga Solo tampak memilih menanggapinya dengan humor khas wong Solo, dengan cara bercanda di media sosial, sampai akhirnya betulan disemprot water canon.


“Minimal adem sak menit lah, Pak Polisi,” tulis seorang warganet sambil mengunggah video penyemprotan di Jalan Slamet Riyadi.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube