SRAGEN — Dalam rangka upaya tindak pidana Korupsi, Inspektorat Kabupaten Sragen menggelar sosialisasi anti korupsi (pungutan liar, gratifikasi dan konflik kepentingan) di Kantor Balai Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jum'at (31/10/25).
Sosialisasi Anti Korupsi, yang mengangkat tema, "Sragen Asri Bebas Korupsi". Dalam sosialisasi tersebut, menghadirkan 3 orang narasumber dari Komisi I DPRD Sragen, Kejaksaan Sragen, dan Polres Sragen.
Kepala Inspektorat Kabupaten Sragen, Badrus Sanusi menegaskan, korupsi bukan hanya persoalan hukum, namun persoalan budaya yang harus dicegah sedini mungkin, mulai dari keluarga dan lapisan masyarakat.
"Kita semua tahu, bahwa korupsi bukan hanya persoalan hukum, tapi juga persoalan moral dan budaya, yang bisa diubah di tempat yang paling kecil, namun paling berpengaruh, yaitu keluarga," ujar Badrus.
Ia menuturkan, keluarga maupun lapisan masyarakat menjadi tonggak, agar nilai-nilai integritas dapat terus dipegang teguh dalam kehidupan, sehingga akan jauh dari perilaku koruptif.
"Ketika di rumah, kita biasakan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, maka secara tidak langsung, kita sedang menanam benih integritas, yaitu nilai yang sangat penting, untuk mewujudkan Sragen Asri yang bersih dari korupsi," tegasnya.
Dia berharap, kegiatan ini menjadi pengingat peran keluarga, terutama seorang ibu dan istri, sangat besar dalam penanaman nilai-nilai anti korupsi.
"Saya berharap, para tokoh masyarakat baik dari kader kesehatan, ketua RT dapat semakin memahami, bahwa peranmya sangat luar biasa besar. Kita bisa menjadi sumber kekuatan moral, sumber inspirasi, agar senantiasa bekerja dengan hati yang bersih, dan niat yang tulus melayani masyarakat," imbuh dia.
Dirinya melihat, saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, tengah berupaya mewujudkan Sragen bebas korupsi, sehingga ke depan Sragen dapat dikenal karena prestasinya.
"Pemerintah Kabupaten Sragen saat ini, bukan perkara keberhasilan dalam mengembalikan keuangan daerah, tapi yang kita harapkan ada menekan upaya - upaya nakal. Disisi lain kita juga berupaya keras mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi," tuturnya.
Lebih jauh Badrus juga menilai, tema yang diusung sangat relevan dengan semangat pembangunan, karena dari tokoh lapisan masyarakat yang cerdas, akan lahir lingkungan yang sehat jasmani rohani, dan pada akhirnya, akan lahir masyarakat yang bersih dari perilaku korupsi.
Dirinya mengajak, menjadikan acara kali ini, sebagai momentum meneguhkan komitmen bersama, pencegahan perilaku korupsi harus dimulai dari hal terkecil.
"Mari kita jadikan kegiatan hari ini, bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen bersama, bahwa perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil, bahwa Sragsn yang bebas korupsi, dimulai dari keluarga dan lingkungan masyakat yang jujur dan berintegritas," jelasnya.
Senada disampaikan Kepala Desa Jambanan, Sugino Welly yang menyambut bahagia dengan adanya sosialisasi anti korupsi kepada lapisan masyarakat.
"Ini jelas menambah kedewasaan dan menambah wawasan masyakat dalam mengawal kegiatan serta program - program pemdes. Disisi lain kegiatan ini sejalan dengan program yang dikedepankan pemerintah desa keterbukaan dan transparasi kepemerintahan," imbuhnya.