SOLO — Kota Solo atau Surakarta dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa yang masih menjaga tradisi dan nilai sejarah hingga kini. Beragam peninggalan masa lalu masih terawat dengan baik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya pencinta wisata heritage dan budaya.
Wisata heritage di Solo tidak hanya menyuguhkan bangunan bersejarah. Tetapi juga menghadirkan cerita panjang tentang perjalanan budaya, adat, serta kehidupan masyarakat Jawa.
Mengunjungi wisata heritage di Solo ini memberikan pengalaman edukatif sekaligus memperkaya wawasan tentang sejarah Nusantara.
Berikut ini empat destinasi wisata heritage di Solo yang wajib dikunjungi oleh pencinta budaya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini dengan seksama.
Rekomendasi Wisata Heritage Solo
Berdasarkan buku Pariwisata Heritage di Indonesia: Menjelajahi Warisan Budaya Nusantara, Windi Novia Ratri Wardhani, dkk., (2025:8), Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan sejarah dan budaya memiliki ruang lingkup pariwisata heritage yang sangat luas dan beragam. Tak terkecuali di Kota Solo.
Bagi yang penasaran apa saja wisata heritage Solo, berikut ini beberapa daftarnya.
1. Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran merupakan kompleks istana bersejarah yang didirikan pada tahun 1757. Saat ini, sebagian Pura dibuka untuk umum dan menjadi tempat wisata yang menarik dikunjungi.
Wisatawan dapat menjelajahi Pendapa Ageng yang kerap digunakan untuk pertunjukan seni dan upacara adat. Ada pula Ndalem Ageng yang berfungsi sebagai museum dengan koleksi artefak berharga, termasuk gamelan kuno, pusaka, dan naskah-naskah bersejarah.
2. Rasa Madu Heritage
Rasa Madu dulunya merupakan pabrik gula yang beroperasi sejak zaman Belanda. Setelah menjadi cagar budaya, tempat ini kemudian menjadi The Heritage Palace. Kini, manajemen berganti dan berubah menjadi Rasa Madu Heritage.
Rasa Madu Heritage kini menjadi tempat wisata ikonik di Solo yang memadukan bangunan klasik dengan konsep modern di dalamnya. Ada beragam aktivitas yang bisa dilakukan sehingga tidak akan membuat bosan pengunjung.
3. Kampung Batik Laweyan
Kampung ini merupakan salah satu sentra pengrajin batik di Solo. Di kawasan ini masih banyak bangunan klasik yang cantik, yang dulu digunakan sebagai tempat tinggal para juragan. Beberapa bangunan kini berubah menjadi kafe estetik.
4. De Tjolomadoe
De Tjolomadoe juga merupakan bekas pabrik gula yang berdiri sejak tahun 1861. Sekarang tempat ini menjadi pusat sejarah, seni, dan hiburan modern. Pengunjung bisa mengintip tentang sejarah gula di museum yang tersedia.
Selain museum, di sini juga terdapat beragam fasilitas seperti convention hall, ruang konser, galeri seni, kafe, dan toko suvenir. Kini De Tjolomadoe tumbuh menjadi ruang seni dan kolaborasi yang kreatif.
Keempat destinasi wisata heritage tersebut menawarkan pengalaman berwisata yang sarat nilai budaya dan sejarah. Dengan mengunjungi wisata heritage di Solo, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan bangunan klasik, tetapi juga turut mengenal dan melestarikan warisan budaya yang berharga.