SOLO — Solo atau Surakarta dikenal sebagai kota budaya dengan nuansa Jawa yang kental. Namun, siapa sangka jika di balik kekayaan tradisinya, Solo juga menyimpan banyak destinasi wisata yang menawarkan suasana mirip Eropa.
Mulai dari bangunan megah ala kastil, kawasan kolonial tempo dulu, hingga spot foto bernuansa klasik yang estetik. Semuanya ada di wisata mirip Eropa di Solo ini.
Menariknya, tempat-tempat wisata mirip Eropa di Solo ini tidak hanya cocok untuk wisata sejarah, tetapi juga sangat digemari wisatawan muda karena tampilannya yang Instagramable.
Tanpa harus terbang ke luar negeri, kamu sudah bisa merasakan sensasi liburan ala Eropa di Solo dan sekitarnya. Berikut daftar lengkap wisata mirip Eropa di Solo yang wajib masuk bucket list liburanmu.
Daftar wisata mirip Eropa di Solo
1. The Heritage Palace
The Heritage Palace menjadi destinasi paling populer saat membahas wisata ala Eropa di Solo. Bangunan megah ini menghadirkan arsitektur klasik yang menyerupai istana di Eropa, lengkap dengan pilar tinggi, jendela besar, dan halaman luas yang estetik.
Dulunya merupakan bekas pabrik gula, kawasan ini kemudian disulap menjadi objek wisata modern tanpa menghilangkan nuansa klasiknya.
Hampir setiap sudut The Heritage Palace cocok dijadikan latar foto, baik untuk kebutuhan media sosial, prewedding, hingga konten profesional.
Selain bangunannya yang ikonik, pengunjung juga bisa menemukan berbagai zona menarik seperti museum, area koleksi mobil antik, dan spot foto tematik. Tidak heran jika tempat ini sering disebut sebagai “kastil Eropa versi Solo”.
2. De Tjolomadoe
De Tjolomadoe menawarkan pengalaman wisata yang memadukan sejarah, budaya, dan estetika arsitektur Eropa. Bangunan ini merupakan bekas pabrik gula Colomadu yang telah direvitalisasi menjadi ruang publik modern.
Ciri khas De Tjolomadoe terletak pada desain kolonialnya yang masih terjaga, mulai dari struktur bangunan, warna dinding, hingga detail interiornya. Suasana di area ini kerap mengingatkan pengunjung pada bangunan industri tua di negara-negara Eropa.
Selain menjadi spot foto favorit, De Tjolomadoe juga sering digunakan untuk pameran, konser, dan acara budaya. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati nuansa Eropa klasik dalam balutan konsep modern.
3. Loji Wetan
Loji Wetan merupakan salah satu kawasan bersejarah di Solo yang dikenal sebagai bekas pemukiman orang Eropa pada masa kolonial. Deretan bangunan tua dengan gaya arsitektur khas Belanda masih dapat ditemukan di kawasan ini.
Berjalan kaki menyusuri Loji Wetan memberikan sensasi seolah berada di kota tua Eropa. Detail bangunan, jendela besar, serta suasana lingkungan yang tenang membuat kawasan ini sangat cocok untuk fotografi bertema vintage.
Bagi pecinta sejarah dan arsitektur klasik, Loji Wetan menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman visual sekaligus edukatif.
4. Loji Gandrung
Loji Gandrung adalah bangunan bersejarah yang memiliki arsitektur khas Eropa dengan sentuhan kolonial. Bangunan ini dikenal dengan tampilan fasadnya yang elegan serta nuansa klasik yang masih terasa kuat hingga kini.
Walau tidak selalu terbuka untuk umum, area luar Loji Gandrung sering dimanfaatkan wisatawan sebagai spot foto karena tampilannya yang estetik dan berkelas. Bangunan ini juga menjadi simbol sejarah penting di Kota Solo.
Keberadaan Loji Gandrung memperkuat citra Solo sebagai kota yang memiliki banyak peninggalan bergaya Eropa.
5. Kawasan Pasar Gede
Pasar Gede Hardjonagoro bukan hanya pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menyimpan nilai arsitektur yang unik. Bangunan pasar ini dirancang dengan gaya Eropa klasik, yang masih terlihat jelas dari struktur dan desainnya.
Di sekitar kawasan Pasar Gede, pengunjung dapat menemukan banyak sudut menarik dengan latar bangunan tua khas kolonial. Suasana ini memberikan kesan seperti sedang berada di kawasan kota tua Eropa.
Mengunjungi Pasar Gede tidak hanya soal wisata kuliner, tetapi juga pengalaman visual yang kaya akan nilai sejarah.
6. Benteng Vastenburg
Benteng Vastenburg merupakan peninggalan kolonial Belanda yang hingga kini masih berdiri kokoh di pusat Kota Solo. Struktur benteng yang besar dengan tembok tinggi memberikan nuansa khas bangunan pertahanan Eropa.
Walaupun fungsinya berbeda dengan kastil klasik, Benteng Vastenburg tetap menghadirkan atmosfer Eropa tempo dulu yang kuat. Area ini sering dijadikan tempat berfoto, terutama bagi wisatawan yang menyukai tema sejarah dan arsitektur kolonial.
Benteng ini juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Solo dari masa ke masa.
7. Kawasan Bangunan Kolonial Solo
Selain destinasi utama, Solo juga memiliki banyak kawasan dengan bangunan kolonial yang tersebar di beberapa titik kota. Bangunan-bangunan ini menghadirkan nuansa Eropa secara alami tanpa konsep wisata buatan.
Menjelajahi kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana klasik dengan cara santai. Aktivitas seperti city walk, hunting foto, atau sekadar menikmati arsitektur bisa menjadi pengalaman yang berkesan.
Liburan di Solo
Solo bukan hanya tentang batik dan budaya Jawa, tetapi juga menyimpan pesona wisata dengan nuansa Eropa yang unik dan Instagramable.
Mulai dari kastil megah, bangunan kolonial bersejarah, hingga kawasan klasik yang estetik, semuanya bisa dinikmati tanpa harus keluar negeri.
Dengan mengunjungi wisata mirip Eropa di Solo, kamu tidak hanya mendapatkan pengalaman visual yang menarik, tetapi juga memahami sisi sejarah dan perkembangan kota ini.
Jadi, jika kamu ingin liburan yang berbeda, estetik, dan tetap ramah di kantong, wisata mirip Eropa di Solo ini layak menjadi destinasi pilihanmu.