Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wujudkan Semarang Kuat, Penerima Bisyarah Akan Ditambah 2.000

BISYARAH - Guru agama
pendidik PAUD
marbot
hingga perawat jenazah akan mendapatkan dukungan tambahan pada perluasan bisyarah melalui APBD Perubahan 2025. (wahyu sulistiyawan/disway jateng)

SEMARANG — Pemkot Semarang akan memperluas penerima bisyarah pada APBD Perubahan 2025. Program ini akan menyasar lebih banyak guru agama, pendidik Pos PAUD, marbot masjid/musala, hingga perawat jenazah.


Perluasan penerima bisyarah ini sebagai bentuk apresiasi atas peran penting mereka dalam membangun kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan di masyarakat.


Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa mereka adalah pilar masyarakat yang patut mendapat perhatian. 


"Mulai dari guru TPQ, madrasah diniyah, guru sekolah Minggu, pinandita, pendidik Pos PAUD, modin, marbot, hingga perawat jenazah, semua memiliki peran besar dalam membentuk karakter, akhlak, dan ketahanan sosial warga," ujarnya, Senin 22 September 2025.


Berdasarkan data terbaru, jumlah penerima bisyarah di Kota Semarang meningkat signifikan. Penerima dari bidang keagamaan bertambah dari 4.261 menjadi 5.260 orang, pendidik Pos PAUD dari 100 menjadi 200 orang, perawat jenazah naik dari 600 menjadi 1.000 orang, dan marbot masjid/musala dari 531 menjadi 885 orang.

Selain memperluas jumlah penerima, Pemkot Semarang juga menetapkan besaran bisyarah bulanan. Rinciannya guru TPQ, Madrasah Diniyah, Sekolah Minggu, serta pendidik Pos PAUD menerima Rp500.000 per bulan, HIMPAUDI Rp300.000, pinandita Rp300.000, modin Rp1.000.000, dan marbot Rp300.000.


Agustina menambahkan kebijakan ini tidak semata soal bantuan finansial, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap pengabdian mereka. Dengan tambahan hampir 2.000 penerima baru, Pemkot berharap motivasi dan semangat pelayanan masyarakat semakin meningkat.


"Semarang yang kuat bukan hanya dibangun lewat infrastruktur, tapi juga dari masyarakat yang peduli dan harmonis. Program bisyarah adalah bukti bahwa Pemkot hadir bersama guru, tokoh agama, pendidik PAUD, marbot, modin, serta perawat jenazah dalam menguatkan nilai kebersamaan," tegasnya.


Program bisyarah 2025 juga menjadi bagian strategi Pemkot Semarang untuk memperkuat ketahanan sosial, menumbuhkan gotong royong, serta menanamkan nilai keagamaan dan karakter di tengah masyarakat.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube