Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wali Kota Semarang Tegaskan Fokus Anggaran 2025: Infrastruktur Dasar hingga Janji Rp25 Juta per RT

Wali Kota Semarang Tegaskan Fokus Anggaran 2025 Infrastruktur Dasar hingga Janji Rp25 Juta per RT (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang memastikan adanya pergeseran dan penyesuaian anggaran dalam Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2025.


Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang.


Menurut Agustina, perubahan ini merupakan respons atas sejumlah kebijakan nasional, serta penyesuaian terhadap misi Presiden, Gubernur Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Semarang.


“Ada beberapa kegiatan yang disesuaikan atau bahkan dikurangi anggarannya karena tidak sejalan dengan visi dan misi pemerintah pusat, provinsi, maupun kota. Pergeseran ini cukup signifikan,” jelas Agustina Selasa 15 Juli 2025.


Dalam perubahan anggaran tersebut, Wali Kota menyebut pembangunan infrastruktur dasar menjadi fokus utama, termasuk perbaikan dan renovasi sekolah-sekolah rusak yang mendapat bantuan pusat. Selain itu, sebagian dana digeser untuk mendukung program ketahanan pangan dan persiapan infrastruktur tahun 2026.


"Dana bantuan pusat kita manfaatkan untuk infrastruktur sekolah. Sedangkan dana dari APBD Kota dialihkan ke program ketahanan pangan dan mendukung misi gubernur," terang Agustina.


Pemerintah Kota juga mengalokasikan tambahan pendapatan, termasuk dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa), untuk mewujudkan janji bantuan Rp25 juta per RT per tahun.

"Silpa tahun ini tidak sepenuhnya negatif. Banyak berasal dari efisiensi kegiatan dan kenaikan pendapatan, misalnya proyek yang lebih murah dari perkiraan atau kegiatan yang batal karena waktu pelaksanaan terlalu mepet," jelasnya.


Agustina juga menyoroti peningkatan pendapatan dari sektor retribusi dan pajak. Di antaranya pajak hotel dan restoran meningkat seiring menjamurnya usaha kuliner di Kota Semarang, retribusi kebersihan dan sampah naik akibat sistem penagihan yang diperbarui.


Selain itu penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pengelolaan parkir tepi jalan yang lebih sistematis juga menyumbang pendapatan daerah.


"Dengan kenaikan pendapatan ini, kita berharap belanja tahun depan bisa bertambah dan program-program prioritas bisa lebih banyak direalisasikan," kata Agustina.


Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait Silpa, Agustina menegaskan bahwa Silpa bukan uang hilang, melainkan akan digunakan di tahun anggaran berikutnya. 


Ia juga menyayangkan belum adanya sistem multi-years di Kota Semarang, yang menghambat pelaksanaan proyek besar dalam jangka panjang.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube