SEMARANG — Harapan warga Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, agar memiliki sekolah negeri akhirnya mendapat angin segar.
Pemerintah Kota Semarang melalui Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan rencana pembangunan SMP dan SMA Negeri dalam satu kawasan terpadu di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan lapangan baru-baru ini, Wali Kota Agustina menegaskan bahwa pihaknya membuka peluang untuk mewujudkan pembangunan sekolah negeri di Tambak Mulyo.
Menurutnya, keberadaan SMP dan SMA di satu kawasan bisa menjadi solusi efisien dan menjawab kebutuhan warga akan akses pendidikan menengah yang layak.
"Iya, memungkinkan, SMP dan SMA usulannya jadi satu kawasan. Jadi, SMA tidak perlu mencari tempat yang berbeda, lapangannya bareng, tempat upacaranya bareng, tapi gedungnya terpisah," ujar Agustina kepada diswayjateng.com, Sabtu 12 Juni 2025.
Agustina juga menyinggung pentingnya perencanaan tata ruang yang cermat, agar pembangunan sekolah tidak tumpang tindih dengan kebutuhan lainnya di lingkungan padat penduduk seperti Tambak Lorok atau Tambak Mulyo ini.
Agustina menambahkan, pembangunan sekolah di kawasan pesisir ini penting mengingat Tambaklorok hingga kini belum memiliki sekolah negeri tingkat menengah.
"Anak-anak di sini kesulitan melanjutkan sekolah karena jaraknya jauh dari pusat kota," tambahnya.
Selain Tambaklorok, beberapa wilayah lain juga diusulkan sebagai lokasi prioritas pembangunan sekolah, yakni Genuk, Tugu, dan Gajahmungkur.
Sebelumnya, Ketua RW 13 Tambak Mulyo, Edi Suwarno, menyampaikan aspirasi warga yang sudah sejak lama menginginkan fasilitas pendidikan negeri di lingkungan mereka.
Menurutnya, ada lahan kosong yang selama hampir sembilan tahun menjadi lokasi penumpukan sampah liar.
Ia berharap pemerintah memanfaatkannya untuk kepentingan pendidikan.
"Saya mohon kepada pemerintah, mumpung ada lahan. Daripada dijadikan pembuangan sampah dan menumpuk seperti pulau selama hampir sembilan tahun, lebih baik dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan untuk membangun SMP Negeri," tutur Edi.
Tambak Lorok sendiri merupakan wilayah pesisir yang selama ini minim fasilitas pendidikan negeri, baik di tingkat menengah pertama maupun atas.
Warga harus menyekolahkan anak mereka ke luar wilayah, seperti Genuk atau Tugu, yang jaraknya cukup jauh dan memerlukan biaya tambahan transportasi.
Pembangunan sekolah negeri ini dinilai tidak hanya akan memperluas akses pendidikan, namun juga menjadi bagian dari penataan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir secara menyeluruh.