SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberangkatkan sebanyak 177 lurah se Kota Semarang menuju Kelurahan Bentangan, Klaten, pada Senin, 21 Juli 2025 dini hari, untuk mengikuti peluncuran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Wali Kota Semarang mendukung penuh program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.
Acara keberangkatan ini dilanjutkan dengan nonton bareng pidato Presiden RI Prabowo Subianto secara daring dari Sitroom Balai Kota Semarang, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Kota Semarang, seluruh kepala OPD, dan unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan apresiasi kepada seluruh camat dan lurah atas partisipasi dan kesiapan mereka mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan rapi.
Ia menekankan pentingnya memahami secara mendalam tugas dan tujuan KDKMP untuk bisa diterapkan di tingkat kelurahan.
"Tugas kita nanti adalah mencari cara menghidupkan koperasi Merah Putih di tingkat lokal terlebih dahulu. Dukungan dari pusat adalah bonus," ujar Agustina dalam arahannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menyimak secara seksama arahan Presiden, agar bisa menangkap semangat gerakan koperasi dan mampu menyusun tindak lanjut yang tepat, demi keberhasilan pelaksanaan koperasi ini.
Agustina juga menyebut bahwa langkah awal yang harus dilakukan adalah pemetaan potensi, peluang kerja sama, dan edukasi koperasi di wilayah masing-masing.
"Kita bisa koordinasikan pelatihan dengan lembaga terkait, bahkan menyusun materi video edukatif yang bisa diakses berulang. Tujuannya agar para pelaku koperasi memahami regulasi baru dan menyamakan semangat," jelasnya.
Ketua DPRD Kota Semarang juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi lintas sektor yang telah dibangun. Ia menilai keberangkatan 177 lurah ini sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak.
"Terima kasih kepada Forkopimda, OPD, dan seluruh peserta. Keterlibatan lengkap ini menunjukkan keseriusan kita. Mari kita kawal program ini agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.
"Program 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan ekonomi kerakyatan, berbasis gotong royong, kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat lokal," tambah Agustina.