Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Trend Positif, Harga Gabah Tembus Rp7.500/Kg Petani Panen Capai 63 Hektar

Petani sayung setelah panen

DEMAK — Berdasarkan data dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sayung, hingga 17 Juli 2025, total luas tambah panen padi telah mencapai 63 hektar. Hal itu merupakan adanya trend positif pada musim tanam ketiga (MT 3) Juli 2025.


Harga Gabah Kering Panen (GKP) yang diterima petani juga dilansir mengalami peningkatan signifikan, yakni berkisar antara Rp7.200 hingga Rp7.500 per kilogram, melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.


Monitoring pun selalu rutin dilakukan Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai tindak lanjut dari Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025. Kebijakan tersebut menetapkan HPP yang lebih tinggi guna menjamin harga jual dan meningkatkan kesejahteraan petani.


“Harga gabah saat ini sangat menggembirakan. Dengan harga Rp7.500 per kilogram, petani bisa mendapatkan margin keuntungan yang cukup besar. Ini jelas memberi semangat bagi petani,” ujar Heri Mulyanto, salah satu PPL BPP Kecamatan Sayung.


Data harga yang melampaui HPP ini disambut baik oleh petani. Salah satu petani dari Desa Prampelan, Mulyono, mengaku senang dengan kondisi pasar saat ini.

“Kalau harga seperti ini terus, kami bisa menabung untuk musim tanam berikutnya. Terima kasih pemerintah sudah menaikkan HPP dan bantu pemasaran juga,” ujarnya saat ditemui diswayjateng.com.


Tak hanya dari sisi harga, kemudahan distribusi hasil panen juga ditingkatkan. Perum Bulog menyatakan siap menyerap hasil panen petani secara langsung di pinggir jalan dengan sistem pembayaran tunai di tempat. Skema ini sangat membantu petani dalam menjual hasil panen secara cepat dan aman.


“Kami siap turun ke lapangan untuk membeli gabah langsung dari petani. Ini bentuk dukungan Bulog terhadap program stabilisasi harga pangan dan kesejahteraan petani,” ujar perwakilan Bulog Demak.


“Monitoring berbasis data sangat penting untuk memastikan bahwa setiap intervensi pemerintah tepat sasaran,” tutup Heri.


Dengan data luas panen yang terus bertambah dan harga gabah yang stabil tinggi, para petani semakin optimis dalam menghadapi musim tanam. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah menuju peningkatan produktivitas, stabilitas harga, dan swasembada pangan.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube