Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tangisan Haru di Rumah Anak Surga Semarang: Tempat Anak-Anak yang Dirindukan, Bukan Dibuang

Pengunjung menjenguk sejumlah anak di panti asuhan anak surga yang merindukan kasih sayang orang tua. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Di momen peringatan Hari Anak Nasional 2025, sebuah panti asuhan di kawasan Genuk, Semarang Timur, menyimpan cerita yang menggugah hati. 


Tempat itu bernama Rumah Anak Surga, rumah kecil penuh cinta yang menaungi anak-anak korban kekerasan, penelantaran, hingga kehamilan tidak diinginkan.


Saat pertama kali menginjakkan kaki di sana, suasana haru langsung menyelimuti. Anak-anak balita yang belum mengenal dunia secara utuh, justru berlari memeluk tamu dengan hangat. 


Ada yang memanggil "ayah", ada yang menyebut "ibu" merupakan sebuah kerinduan mendalam akan sosok yang seharusnya melindungi mereka.


"Ketika masuk, anak-anak langsung datang satu per satu, yang laki-laki memanggil 'bapak', yang perempuan memanggil 'ibu'. Itu menyentuh hati sekali. Mereka benar-benar merindukan figur orang tua," ungkap salah satu pengunjung Mei Fatimah, Sabtu 20 Juli 2025.


Rumah Anak Surga berdiri sejak Juli 2023, berawal dari kisah viral seorang ustazah yang dimintai tolong menjaga bayi oleh seorang ibu yang tak mampu. Postingan itu viral dan banyak orang menghubungi untuk menitipkan anak mereka. Dari sana, terbentuklah sebuah yayasan resmi.


"Nama Rumah Anak Surga lahir dari perjalanan itu. Banyak yang curhat ingin menitipkan anak karena kondisi ekonomi atau kekerasan. Akhirnya kami dirikan tempat ini agar anak-anak itu tetap memiliki masa depan," ujar Melisa (24), Manajer Rumah Anak Surga.


Hingga kini, panti tersebut mengasuh 20 anak, semuanya berusia di bawah lima tahun. Mereka datang dari latar belakang menyayat hati bayi korban KDRT, anak dari pemerkosaan, hingga ditelantarkan karena kelainan jantung bawaan.


"Kami tidak pernah menolak satu pun anak. Karena kami percaya, anak-anak tidak berdosa. Mereka tetap berhak mendapatkan kasih sayang," lanjut Melisa.


Anak-anak di Rumah Anak Surga bukan sekadar diasuh, tetapi juga dididik secara intensif sejak pagi. Mereka belajar doa harian, Asmaul Husna, bahasa Inggris, hingga mengenal angka dan huruf.

"Tagline kami adalah 'Mengasuh dan Mendidik'. Karena kami percaya pendidikan moral dan karakter harus ditanamkan sejak dini," tegas Melisa.


Untuk mendukung kebutuhan harian, yayasan ini bergantung pada 90 persen donasi masyarakat, termasuk dari donatur tetap.


"Siapa pun bisa berdonasi melalui situs kami di rumahanaksurga.com. Di situ juga ada jadwal dan syarat jika ingin melakukan kunjungan edukasi," tambahnya.


Syarat tersebut termasuk larangan mencium anak dan tidak merokok dua jam sebelum kunjungan, demi menjaga kesehatan anak-anak yang sebagian memiliki kondisi medis serius.


Tak mudah mengasuh puluhan anak balita, apalagi dengan latar belakang trauma yang berat. Namun, para pengasuh muda di sini menjalaninya dengan sepenuh hati.


Vira (24) salah seorang pengasuh mengungkapkan manfaat menjadi pengasuh bisa belajar parenting menjadi sosok ibu. Karena kebanyakan pengasuh adalah wanita dan belum menikah semua.


"Sukanya ya banyak belajar soal parenting. Tapi dukanya itu kalau anak sakit. Kadang sampai sesak, bingung kami karena bukan tenaga medis," ungkap Vira lirih.


"Kalau mereka sakit, rasanya kami juga ikut sakit. Apalagi kalau harus jaga malam, energi dan emosi benar-benar terkuras. Tapi begitu lihat mereka pulih dan tertawa lagi, semua lelah terbayar," tambahnya.


Bagi para pengurus Rumah Anak Surga, tempat ini bukan sekadar panti. Ini adalah bentuk kasih sayang, tempat anak-anak terluka bisa kembali tumbuh dan merasa dicintai.


"Kami ingin menunjukkan bahwa mereka juga bisa bahagia dan jadi pribadi hebat suatu hari nanti. Kami percaya itu," pungkas Vira.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube