Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, 200 Paket Beras Ludes dalam Hitungan Jam

PENANAMAN : Penanaman jagung di lahan kosong yang berada di lingkungan pondok pesantren seperti di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an ini. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri

UNGARAN — Hanya hitungan jam, 200 paket beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ludes terjual di Desa Keji, Kecamatan Ungaran, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.


Pembelian Beras SPHP ini bagian dari gerakan Pangan Murah dan ketahanan Pangan yang diinisiasi Pemerintah Desa Keji, Kecamatan Ungaran, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang beserta Polres Semarang. 


Terlihat nyata, animo warga Desa Keji, Kecamatan Ungaran sangat luar biasa.

"Saya sangat beruntung bisa mendapatkan kupon untuk membeli beras kebutuhan pokok harian dengan harga yang relatif terjangkau," kata Seorang warga, Siyami (48), Kamis 14 Agustus 2025. 


Siyami mengaku, saat ini harga beras 5 kilogram Rp 75.000. Namun di program paket beras SPHP dirinya bisa membeli dengan harga Rp 57.500. Yang pasti nilai jual tersebut sangat meringankan. 


Siyami mengaku, ia hanya mendapatkan jatah pembelian maksimal sebanyak dua paket atau 10 kilogram per orang. 


"Beras 10 kilogram ini bisa untuk cadangan kebutuhan keluarga selama dua minggu ke depan," ujarnya. 


Dan warga yang membeli dengan harga murah wajib memiliki kupon yang telah disediakan panitia, harus antre terlebih dulu. 


Setelah habis, warga bahkan rela menunggu tambahan pasokan paket beras SPHP yang dikirim ke Balai Desa Keji. Hal ini karena mereka telah memegang kupon namun belum mendapat paket beras. 


Sementara Kepala Desa Keji Siswanto mengatakan GPM ini sangat meringankan warganya.

Kuota beras murah dalam kegiatan GPM di lingkungan Desa Keji kali ini sebenarnya hanya sekitar 200 paket. Tetapi karena masih banyak warga yang belum kebagian, kuotanya harus ditambah lagi. 


"Terbukti animo warga Desa Keji untuk bisa membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah sangat tinggi," ungkapnya.


Siswanto menyampaikan, program penanaman jagung untuk ketahanan pangan di lingkungan pondok pesantren sangat positif. 


Dimana, lahan yang ditanami seluas 3.000 meter dalam proses tersebut juga diberdayakan warga dari kelompok tani Desa Kejim. 


Sementara, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyatakan gerakan ketahanan pangan yang digulirkan akan terus diperluas.


Termasuk, penanaman jagung juga memanfaatkan lahan kosong yang berada di lingkungan pondok pesantren seperti di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an ini. 


"Itu di lahan milik PTPN Ngobo di Kecamatan Bergas rinciannya lahan tanam monokultur mencapai sekitar 10 hektare dan luas tanam secara tumpangsari mencapai dua hektare," terang Ratna. 


Selain itu juga memanfaatkan lahan hutan sosial di wilayah Kecamatan Pringapus luas area tanam hampir mencapai 205 hektare. 


Pihaknya maksimalkan kembali bersama kelompok- kelompok tani yang ada dan menambah area tanam hingga dua hektare di Desa Candirejo. 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube