SEMARANG — Suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Dalam momentum bersejarah ini, pihak lapas menggelar berbagai perlombaan untuk warga binaan dengan tujuan menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat rasa kekeluargaan.
Berbagai lomba khas 17 Agustus digelar, mulai dari karaoke, voli daster antarblok, lomba ambil kelereng, pecah air, hingga lomba bakiak. Riuh tawa, tepuk tangan, dan sorak sorai dukungan terdengar di setiap arena, menciptakan suasana yang meriah sekaligus menghibur para peserta.
Kepala Lapas Perempuan Semarang Ade Agustina menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan.
"Melalui lomba-lomba sederhana ini, warga binaan bisa merasakan kebahagiaan sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, serta cinta tanah air. Semangat ini sejalan dengan perjuangan para pahlawan yang kita rayakan setiap 17 Agustus," ujarnya.
Ia menambahkan, semarak HUT RI di dalam lapas menjadi momentum penting untuk menghadirkan rasa optimisme. Dengan mengikuti kegiatan, warga binaan diharapkan dapat terus bersemangat menjalani pembinaan serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
Sejak awal kegiatan, warga binaan tampak sangat antusias. Dengan penuh kekompakan, mereka berpartisipasi aktif dalam setiap lomba. Tidak hanya peserta, para pendukung dari tiap blok pun menunjukkan semangat kebersamaan dengan saling memberi motivasi.
Bagi warga binaan, momen peringatan kemerdekaan ini menjadi ajang berharga untuk mengurangi kejenuhan selama menjalani masa pidana. Kegiatan seperti ini juga memperkuat silaturahmi antarwarga binaan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih harmonis dan positif di dalam lapas.
Semarak peringatan HUT ke-80 RI di Lapas Perempuan Semarang menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan di luar, tetapi juga di balik jeruji. Rasa cinta tanah air, gotong royong, dan kekompakan tercermin dalam setiap lomba yang digelar.
Ade berharap, nilai kebersamaan dan nasionalisme yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat menjadi bekal penting bagi warga binaan. Ketika kembali ke masyarakat, mereka diharapkan mampu berkontribusi positif serta tetap menjaga semangat kebangsaan.
"Dengan kegiakan ini diharapkan menjadi bekal penting warga binaan mampu berkontribusi positif ke masyarakat," ujarnya
Peringatan HUT RI ke-80 di Lapas Perempuan Semarang menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Dengan lomba sederhana namun penuh makna, warga binaan dapat merasakan sukacita, kebersamaan, dan semangat juang yang diwariskan para pahlawan.
"Semoga semangat kebersamaan dan cinta tanah air ini dapat terus hidup di hati setiap warga binaan, sehingga kelak mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa," pungkas Kepala Lapas.