Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Rumahnya Diperbaiki Gratis, Mbah Muhammad Menangis Haru

TINJAU - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti kunjungi kediaman Mbah Muhammad yang akan direnovasi lewat progam RTLH 2025. (ist.)

SEMARANG — Raut bahagia terpancar jelas dari wajah renta Mbah Muhammad saat menyambut tamu istimewa di rumah sederhananya di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Minggu 20 Juli 2025. 


Tamu itu adalah Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang datang secara langsung untuk meninjau rumah Mbah Muhammad, penerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025 dari Pemerintah Kota Semarang.


Dalam suasana penuh haru, Mbah Muhammad yang kini mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, menggenggam tangan Wali Kota dengan erat. Suaranya bergetar ketika mengucapkan rasa terima kasihnya.


"Matur nuwun sanget, Bu Wali. Matur nuwun sampun diparingi bantuan," ucapnya tulus.


Istri Mbah Muhammad juga tak kuasa menahan air mata. Ia mengaku, selama ini mereka hanya bisa pasrah hidup dalam rumah yang dindingnya mulai rapuh dan atapnya bocor saat hujan turun. Kini, ada harapan baru untuk hidup lebih layak dan sehat.


Rumah Mbah Muhammad menjadi salah satu dari dua rumah yang dikunjungi langsung oleh Wali Kota dalam peninjauan awal bantuan RTLH 2025. Selain rumah tersebut, terdapat pula rumah milik Ibu Indasah yang diusulkan untuk menerima bantuan serupa.


Menurut Agustina, Kelurahan Mijen memang menjadi salah satu wilayah yang memiliki sejumlah rumah tidak layak huni. Dari data yang dihimpun, lebih dari dua unit rumah telah diusulkan untuk program bantuan RTLH tahun depan.

"Kalau dilihat dari kondisi rumah Mbah Muhammad, bantuan Rp20 juta per unit kemungkinan belum cukup. Maka kami akan berkoordinasi lintas pihak, termasuk menggandeng masyarakat yang peduli," ujar Agustina.


Ia menambahkan, pada tahun 2025 nanti, Pemkot Semarang menargetkan perbaikan 920 unit rumah tidak layak huni, yang sebagian besar kini telah memasuki tahap pembangunan.


"Kami ingin upaya ini tidak berhenti pada fisik rumah saja. Tahun depan, kami akan upayakan ada klaster khusus bagi rumah dengan kerusakan berat agar bantuan yang diberikan bisa lebih optimal," imbuhnya.


Program ini, lanjut Agustina, dijalankan melalui kelompok masyarakat (pokmas) yang terdiri dari tokoh masyarakat, RT, dan RW. Skema ini dinilai lebih efektif karena melibatkan langsung warga sekitar dalam proses pembangunan.


"Semoga bantuan ini bukan sekadar bedah rumah, tapi juga menjadi bedah harapan," pungkas Agustina, disambut tepuk tangan warga yang ikut hadir.


Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Pemerintah Kota Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat kecil.


Kisah Mbah Muhammad menjadi bukti nyata bahwa perhatian pemerintah bisa memberi perubahan besar dalam kehidupan warganya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube