SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin kegiatan Panen Raya Ubi Jalar dan Singkong di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, pada. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pemkot Semarang untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung ekonomi kreatif berbasis kampung tematik.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina hadir bersama jajaran perangkat daerah dan disambut hangat oleh warga. Ia turut meninjau hasil panen berbagai varietas, seperti Ubi Cilembu yang berbentuk panjang dan Ubi Sumbawa merah, serta dua jenis singkong dengan batang daun berwarna merah dan hijau.
“Kita baru saja panen ubi jalar jenis Cilembu dan Sumbawa. Hasilnya luar biasa. Satu pohon Ubi Cilembu bisa mencapai tiga kilogram, sedangkan Ubi Sumbawa merah bahkan bisa mencapai tiga setengah kilogram per pohon,” ujar Agustina usai panen, Kamis 6 November 2025 lalu.
Ia menjelaskan bahwa masing-masing jenis umbi memiliki potensi pengolahan yang berbeda. Ubi Cilembu lebih cocok diolah dengan cara dimasak atau dipanggang, sementara Ubi Sumbawa merah dapat dijadikan berbagai kudapan tradisional seperti pilus, getuk, hingga hawug-hawug.
Usai kegiatan panen, Wali Kota meninjau pameran produk olahan hasil panen dari Kampung Tematik Jajan Pasar Pudak Payung, yang seluruhnya berbahan dasar ubi dan singkong hasil panen hari itu.
“Semua jajanan yang disajikan hari ini terbuat dari bahan lokal seperti ketela rambat dan singkong. Ini bukti kreativitas warga dalam mengolah hasil bumi,” tutur Agustina.
Ia berharap, semangat warga Pudak Payung dalam berinovasi dan meningkatkan produktivitas dapat terus tumbuh, sehingga kawasan ini menjadi sentra ketahanan pangan dan ekonomi kreatif unggulan di Kota Semarang.
“Hanya ada dua makanan di dunia ini yakni enak dan enak banget. Terima kasih sudah dibuatkan aneka olahan yang luar biasa,” pungkasnya dengan senyum. (adv)