Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkot Semarang Jamin Pasokan Pangan Aman dan Stabil

AMAN - Dinas Ketahanan Pangan memastikan stok pangan di Kota Semarang aman saat mulai musim penghujan. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — Masuk musim hujan Pemkot Semarang memastikan stok bahan pangan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketersediaan serta harga pangan di pasaran.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih Setyawulan, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pengawasan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan hambatan distribusi akibat faktor cuaca.


“Pemantauan stok dilakukan setiap minggu, sementara pergerakan harga kami pantau setiap hari. Bila kenaikan harga masih dalam batas wajar, belum diperlukan intervensi. Namun jika signifikan, kami akan memperbanyak kegiatan Gerakan Pangan Murah,” jelas Endang di Balai Kota Semarang, Jumat 24 Oktober 2025.


Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Semarang untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan pasokan barang tetap aman. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat hingga tingkat RW.


“Seperti saat peringatan HUT RI 17 Agustus lalu, seluruh RW kami gerakkan untuk menggelar Gerakan Pangan Murah serentak. Kami juga terus memantau para distributor agar distribusi bahan pangan tidak terganggu,” imbuhnya.


Selain menggerakkan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan juga secara rutin melakukan inspeksi ke pasar-pasar tradisional guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil. Jika ditemukan adanya penurunan pasokan, Pemkot akan bekerja sama dengan petani dari luar daerah melalui skema Kerja Sama Antardaerah (KAD).


“Lahan pertanian di Kota Semarang terbatas, sehingga kami menggandeng daerah lain sebagai pemasok bahan pangan,” tutur Endang.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkot Semarang juga mengaktifkan Satgas Pangan yang melibatkan unsur Polri, Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Perikanan, dan Dinas Pertanian. Tim ini bertugas menjaga stabilitas pasokan sekaligus keamanan pangan di pasaran.


Endang mengungkapkan, datangnya musim hujan biasanya berdampak pada fluktuasi beberapa komoditas, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Kondisi cuaca yang lembap membuat beberapa bahan mudah rusak atau mengalami penurunan kualitas.


“Cabai sangat rentan busuk bila terkena hujan, sementara padi yang terlambat panen karena cuaca basah bisa roboh dan kualitas gabahnya menurun. Selain itu, proses pengeringan padi juga terganggu karena sulit menjemur,” jelasnya.


Sebagai solusi, pihaknya mendorong penggunaan teknologi pengeringan buatan agar kualitas beras tetap terjaga meski cuaca tidak mendukung. “Dengan alat pengering buatan, proses pengolahan gabah tidak tergantung pada panas matahari,” ujarnya.


Endang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong. Ia memastikan stok pangan di Kota Semarang aman dan mampu memenuhi kebutuhan warga selama musim hujan.


“Jika ada sedikit kenaikan harga, hal itu wajar karena pengaruh musim dan meningkatnya permintaan. Tidak perlu panik, pasokan pangan tetap aman,” tegasnya.