Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkot dan Pramuka Bedah Rumah, Suwarni Kini Bisa Tidur Tanpa Takut Bocor

Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Kota Semarang
Putut Cahyo Nugroho SSos
saat berfoto bersama di depan rumah milik Suwarni di jalan Pandansari 3 yang telah direnovasi Jumat 17 Oktober 2025. Foto : Umda

SEMARANG — Jumat (17/10/2025) menjadi hari berbeda bagi Suwarni. Warga Pandansari 3 No. 623, Semarang Tengah itu berdiri haru saat rumahnya resmi diserahkan kembali dalam kondisi baru setelah direnovasi melalui program bedah rumah Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Kwartir Cabang Pramuka Kota Semarang.


“Alhamdulillah, sekarang tidak takut bocor lagi. Bisa tidur nyenyak,” ucap Suwarni lirih, matanya berkaca-kaca.


Setiap kali hujan turun, Suwarni (70) hanya bisa pasrah. Atap rumahnya yang rapuh sering tak mampu menahan derasnya air, membuat lantai kamar dan ruang tamu basah kuyup.


Tak hanya Suwarni, satu rumah lain milik Chandra Wulandari di Jalan Petempen Utara No. 64, Kelurahan Kembangsari, juga ikut direnovasi.


Kedua rumah tersebut diusulkan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Semarang Tengah sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat Pramuka.


Menurut Ketua Kwarran Semarang Tengah, Tatik Suharyani SPd SD, banyak warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan serupa, namun tahun ini pihaknya hanya mendapat kesempatan untuk mengusulkan dua rumah.


“Kami pilih yang paling mendesak. Kondisi rumah Bu Suwarni sudah rapuh, sementara Bu Chandra tinggal bersama keluarga dalam ruang sempit yang rawan lembab,” jelasnya.


Serah terima bantuan digelar sederhana namun hangat di halaman kantor Kelurahan Pandansari.

Hadir dalam acara itu Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Kota Semarang, Putut Cahyo Nugroho SSos, mewakili Ketua Kwarcab DR Bambang Pramusinto SH, SIP, MSi.


Ia menyebut program ini merupakan bagian dari komitmen Pramuka untuk selalu hadir di tengah masyarakat.


“Pramuka itu bukan hanya soal seragam cokelat dan baris-berbaris. Kami ingin benar-benar terasa manfaatnya. Kalau kata orang Jawa, luwih ketok, luwih kroso — lebih terlihat, lebih terasa,” ucapnya.


Tahun 2025, Kota Semarang memiliki kuota 29 bedah rumah, dengan dua di antaranya jatuh ke Kecamatan Semarang Tengah. Setiap rumah mendapatkan bantuan renovasi senilai Rp25 juta.


Tak ingin hanya sampai di acara seremonial, Putut berpesan kepada para penerima agar merawat rumah bantuan tersebut sebaik-baiknya.


“Rumah ini bukan hanya bangunan, tapi simbol perhatian dari banyak orang. Semoga membawa berkah dan kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.


Bagi Suwarni, bantuan ini bukan sekadar dinding baru dan atap yang kokoh. “Rasanya seperti diberi umur baru,” katanya pelan.


Kadang, kebahagiaan memang datang dalam bentuk yang sederhana: sebuah rumah yang tak lagi bocor saat hujan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube