SEMARANG — Teriknya matahari di Lapangan Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, tak menyurutkan semangat ribuan anggota Palang Merah Remaja (PMR). Dengan penuh antusias, mereka menampilkan kreativitas dalam defile pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) ke-14 yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang.
Ribuan pasang mata terpukau melihat peserta yang tampil dengan kostum unik dan penuh makna. Ada yang bergaya layaknya karnaval dengan busana meriah penuh bunga, ada pula yang mengenakan seragam tentara, dokter, hingga penampilan dramatis pasien di atas kursi roda.
Kekompakan dan yel-yel yang mereka diuji didepan para dewan juri kian menambah semarak suasana, membuat lapangan berubah menjadi panggung kreativitas dan solidaritas kemanusiaan.
Menurut Wakil Ketua PMI Kota Semarang, dr. Widoyono, kegiatan ini bukan sekadar lomba biasa, melainkan wadah pembentukan karakter dan keterampilan remaja.
"Ini Jumbara ke-14, berlangsung selama tiga hari sampai Kamis nanti. Ada 1.021 peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari SD (PMR Mula), SMP (PMR Madya), SMA (PMR Wira), hingga KSR mahasiswa. Tujuannya adalah menggalang kebersamaan, melatih keterampilan PMR, sekaligus mengisi kegiatan positif di kalangan remaja," ujarnya kepada Diswayjateng.com, Selasa, 23 September 2025.
Jumbara kali ini juga menjadi ajang seleksi untuk menuju lomba tingkat provinsi bahkan nasional.
"Yang terbaik akan mendapatkan pembinaan khusus, seperti halnya training center pada cabang olahraga," tambah Widoyono.
Di balik kemeriahan kostum dan yel-yel, Jumbara juga menyimpan misi besar yakni menanamkan nilai kemanusiaan pada generasi muda. Para peserta dilatih berbagai keterampilan dasar kepalangmerahan, mulai dari pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), edukasi kesehatan keluarga, hingga simulasi penanggulangan bencana.
"Lomba-lomba itu sekaligus pelatihan. Jadi tidak hanya soal siapa yang menang, tapi bagaimana mereka bisa belajar menghadapi kondisi darurat. Disesuaikan juga dengan jenjang usia, apakah mula, madya, atau wira," jelas Widoyono.
Selain lomba, kegiatan Jumbara yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Harda Walika ini juga diisi dengan temu karya, diskusi antar mahasiswa, serta pelatihan keterampilan sesuai bidang ilmu yang relevan dengan kebutuhan remaja saat ini.
Meski pemenang akan memperoleh hadiah, penghargaan utama dari ajang ini adalah pengalaman dan pengakuan atas kemampuan mereka.
"Hadiah memang ada, tapi yang paling penting adalah pengakuan, pengalaman, dan kesempatan untuk melaju ke tingkat lebih tinggi," ujar Widoyono.
Mewakili Wali Kota Semarang, Asisten 2 Sekda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota Semarang yang menekankan tiga kata kunci utama yakni solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian.
"Ibu Wali Kota sangat antusias dengan Jumbara ke-14 ini. Beliau menekankan tiga kata penting yang menjadi roh kegiatan ini, yakni solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama," tutur Hernowo.
Hernowo menilai, kegiatan seperti Jumbara sangat penting karena menjadi sarana untuk membentuk karakter generasi muda, mulai dari siswa SD hingga mahasiswa.
Menurutnya, sikap kerelawanan bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan perlu dilatih secara berulang dan berkesinambungan.
"Kalau sikap kerelawanan ini ditanamkan sejak kecil, saya kira akan tumbuh kuat hingga mereka dewasa. Tiga sikap tadi—solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian—akan menjadi karakter penting yang mendukung semangat kerelawanan," jelasnya.
Ia menambahkan, proses latihan dan pengalaman lapangan yang diperoleh peserta Jumbara bisa menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di masyarakat.
Di tengah maraknya penggunaan gadget yang kerap membuat anak-anak larut dalam dunia digital, pemerintah kota menilai Jumbara PMI justru menjadi ruang alternatif yang sehat.
"Anak-anak kita perlu kegiatan di luar ruang. Tidak melulu soal gawai. Dengan bertemu langsung, mereka bisa membangun persaudaraan, mempererat ikatan, dan itu hal yang sangat positif untuk dikembangkan ke depan," terang Hernowo.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah produktif bagi generasi muda untuk berinteraksi, saling membantu, sekaligus memperkuat rasa empati.
Dalam kesempatan tersebut, Hernowo juga menyampaikan pesan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti kepada seluruh peserta Jumbara agar mengikuti kegiatan dengan penuh keceriaan.
"Pesan Bu Wali, mari nikmati kegiatan ini dengan riang gembira. Karena cara terbaik menikmati alam dan kebersamaan adalah dengan kegembiraan. Dari sanalah sikap kerelawanan itu akan tumbuh dengan sendirinya," ujarnya.